Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN Jokowi-Amin Ke Generasi Milenial : Jangan Mau Jadi Bangsa Pesimis

Bayu Agggoro
20/1/2019 21:00
TKN Jokowi-Amin Ke Generasi Milenial : Jangan Mau Jadi Bangsa Pesimis
(MI/Anggoro )

GENERASI muda Indonesia harus memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi persaingan global. Kepercayaan diri yang tinggi diyakini mampu membawa bangsa menjadi lebih baik terutama dari sisi perekonomian.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin Erick Thohir di hadapan ratusan kaum milenial Jawa Barat, di Bandung, Minggu (20/1) petang.

Acara bertajuk Obrolan Milenial Bareng Kang Erick Thohir ini juga dihadiri anggota TKN seperti Nurul Arifin dan Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Maruf Amin Jawa Barat.

Erick menjelaskan, kondisi bangsa saat ini menjanjikan kemajuan untuk masa yang akan datang. Pembangunan di berbagai bidang semakin nyata khususnya infrastruktur yang menjadi syarat utama dalam memenangkan persaingan global.

Selain itu, dia pun menilai saat ini Indonesia memiliki kepemimpinan yang baik di bawah arahan Presiden Joko Widodo.

"Infrastruktur sudah terlihat, pemerintah mampu mengurangi beban ekonomi rumah tangga dengan adanya kartu Indonesia sehat, pintar," katanya.

Selain itu, dia menilai Presiden kita saat ini memiliki ciri-ciri pemimpin yang bisa diandalkan untuk terus membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

"Bisa jadi imam, jadi Bapak, dan jadi sahabat rakyat," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya tidak ada alasan bagi masyarakat khususnya kaum milenial untuk pesimistis dalam menghadapi perjalanan hidup ke depan. Dia berharap generasi penerus bangsa ini memiliki rasa optimisme yang tinggi sambil beraksi memberi kontribusi.

"Jangan mau jadi bangsa yang pesimis. Kita harus jadi bangsa yang optimis," katanya.

Selain itu, Erick pun mengingatkan milenial akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dia tidak ingin bangsa kita yang beraneka ragam ini mengalami perpecahan akibat warganya yang mudah dipecah belah.

Baca juga : Perbedaan Pandangan Politik Jangan Timbulkan Perpecahan

"Sayang kalau bangsa kita harus pecah belah, jangan seperti Suriah, Yugoslavia," katanya.

Terlebih, dia meyakini prediksi berbagai kalangan yang menyebut Indonesia akan menjadi enam besar negara terkuat di dunia pada 2030 mendatang.

"Data-data menunjukkan kita akan ke arah sana. Jadi jangan sampai dibiarkan ini menjadi buyar," katanya.

Sementara itu, disinggung upaya yang dilakukan untuk memenangkan kembali Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019, dia menyebut pihaknya terus berjalan.

Kampanye melalui dunia maya pun terus dilakukan guna menarik simpati pemilih khususnya kaum muda.

Bahkan, dia menilai saat ini pihaknya unggul dalam kampanye media sosial  karena banyak kandungan dunia maya tersebut yang memberi angin segar  kepada pasangan yang diusungnya.

Meski begitu, Erick menyebut pemberitaan di dunia maya mengalir dengan sendiri tanpa ada arahan dari  pihaknya.

"Kita leading di sosmed dan media, bukan karena rekan-rekan media kita cekoki," katanya.

Menurut dia, media khususnya arus utama akan memberitakan sesuai dengan kondisi yang terjadi.

"Media itu profesional, sesuai dengan data dan fakta yang terjadi," katanya.

Sementara itu, disinggung persiapan kandidatnya untuk menghadapi debat publik kedua, Erick menyebut Joko Widodo-Maruf Amin siap untuk mengikutinya.

Dia mengaku tidak mempersoalkan jika pertanyaan pada debat publik kedua tidak disampaikan terlebih dahulu kisi-kisinya.

Namun, dia meminta kandidat pesaing agar fokus terhadap topik debat yang dibicarakan.

"Jangan ketika orang ingin tahu tentang isu korupsi, hukum, tapi yang diangkat ekonomi. Kan sama dengan membohongi rakyat," katanya. (OL-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya