Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menegaskan mekanisme penghitungan suara pada pemilu 2019 tetap menggunakan metode manual.
Jika kemudian ditemukan kesalahan sistem pengamanan atau dapat diretas pada proses pemilihan, kata Viryan, hal tersebut tidak terlalu bermasalah dalam hasil hitungan akhir dari KPU.
Viryan menyampaikan perolehan suara pada pemilu dihitung dan ditetapkan secara manual. Teknologi informasi pemilu, menurut Viryan, digunakan sebagai alat bantu menyampaikan informasi kepada publik mengenai proses, perkembangan penghitungan, dan penetapan hasil pemilu.
Baca juga : Yakin Gugat Keterbukaan Informasi KPU demi Buktikan Pemilu Curang
"Poin pentingnya adalah pemilu 2019 bukan pemilu elektronik. Pemilu 2019 adalah pemilu manual seperti pemilu sebelumnya," kata Viryan dalam diskusi Tantangan Keamanan Siber dalam Pemilu 2019 di Akmani Hotel Jakarta, Kamis (6/12).
Ia kemudian membandingkan sistem Pemilu di negara maju yang menggunakan metode elektronik dan rentan diretas. Akan tetapi, mereka sudah mempunyai infrastruktur mendukung, sehingga mampu mengatasi hal tersebut. Tentu berbeda dengan Indonesia yang belum memiliki infrastruktur IT memadai.
"Terkait dengan hasil pemilu, di negara luar ada hasil penghitunganya berubah karena diretas. Tapi tidak demikian di Indonesia, karena tetap manual," imbuhnya.
Baca juga : KPU Tingkatkan Akurasi Teknologi InformasiĀ Pemilu 2024
Meski mengaku tak menemui masalah dalam mekanisme manual, tetapi Viryan khawatir adanya peretasan dari berbagai pihak terhadap hasil penghitungan suara.
"Itu sesuatu hal yang wajar. Dalam artian, semangat bagi kami adalah perhatian dari banyak pihak semakin tinggi pada KPU, sehingga mampu melakukan pekerjaan terbaik secara bersamaan," tuturnya.
Maka dari itu, pihaknya butuh mengambil kebijakan dengan penguatan sistem teknologi informasi. Dengan begitu, diharapkan tidak menimbulkan salah sangka dan polemik selama proses pemilihan.
Baca juga : KPU Kembangkan Aplikasi Mobile Data Pemilih Berkelanjutan
Lebih lanjut, Viryan menambahkan butuh pendekatan baru untuk mengampanyekan mekanisme ini, terlebih kepada generasi milenial yang dekat dengan teknologi informasi.
Jika penyampaian informasi soal penghitungan manual masih dilakukan dengan cara lama, maka pemilih milenial tidak akan tertarik. KPU akan terus mengoptimalkan layanan teknologi informasi yang ada. Peningkatan sistem keamanan juga dilakukan guna menghindari polemik di ruang publik.
"Sekarang memang semuanya serba digital. Itu dekat dengan generasi milenial. Mungkin kita butuh nama (penyampaian informasi) yang tepat agar kekinian," pungkasnya.(OL-5)
Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide hadir dengan rasio layar 4:3, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan baterai 5.000 mAh. Cek spesifikasi lengkapnya di sini!
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved