Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kunjungannya ke pabrik sepeda motor PT Yamaha di Pulogadung Cakung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri makan siang bersama dengan para karyawan dari PT Yamaha Motors. Jokowi juga ditemani Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sejumlah menteri seperti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Jokowi mengaku senang dengan suasana makan bersama para pekerja tersebut. Menurutnya, hal tersebut memengaruhi nafsu makannya hari ini. Jokowi memang terlihat tidak sungkan makan bersama sama para karyawan dalam satu ruangan yang sama dan alat makan yang sama dengan ratusan pekerja tanpa batas apapun.
"Saya biasanya makan sulit, tidak tahu kenapa tadi di sini habis. Tadi pas makan siang dengan seluruh karyawan di gedung sebelah, saya makan nasinya juga banyak," tutur Jokowi di Pabrik Yamaha Jakarta, Senin (3/12).
Baca juga: Jokowi Minta Mensos Cari Tanah untuk Pabrik Khusus Penyandang Disabilitas
Ditengah guyuran hujan lebat para pekerja dan pejabat duduk pada ruangan yang sama dengan menu yang kurang lebih sama karena dibuat oleh para pegawai yang bertugas menyiapkan makan siang karyawan. Menu makan siangnya pun tidak begitu berbeda, ada tempe bacem, ayam goreng, sambal kentang dan lainnya.
Jokowi sendiri mengaku makan dengan menu sate ayam dan empal. Perbedaan sedikit itu menurut Menteri Perhubungan terjadi karena Jokowi menyapa para petugas kantin dan mengambil sendiri makanannya.
"Lauknya, sate dan empal (dan lainnya) saya makan (sampai) habis tuntas," seloroh Jokowi kepada hadirin yang datang dalam peluncuran ekspor ke 1,5 juta unit Yamaha Motors.
Usai makan siang, Jokowi menyempatkan diri menyambangi para karyawan di meja lain yang sebagian masih menyantap makanannya. Banyak karyawan yang memanfaatkan momen itu untuk bersalaman dan berswafoto dengan Presiden. (OL-6)
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved