Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jangan Ada Capres yang Pro Penjajahan

Thomas Harming Suwarta
28/11/2018 08:10
Jangan Ada Capres yang Pro Penjajahan
SESALKAN PERNYATAAN CAPRES PRABOWO: Massa dari Persatuan Liga Muslim Indonesia melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, kemarin. Mereka menolak keras rencana pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv ke Jerusalem dan mengutuk keras perny(ANTARA/PUTRA HARYO KURNIAWAN)

MASSA yang tergabung dalam Persatuan Liga Muslim Indonesia (PLMI) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, kemarin. Sekitar 300 orang dari PLMI berkumpul sejak pukul 12.40 WIB.

Mereka menolak pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Massa juga mengecam keras pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan wacana pemindah-an tersebut merupakan kedaulatan 'Negeri Kanguru'.

Massa menegaskan Jerusalem merupakan bagian Palestina. Oleh karena itu, negara yang memindahkan kedubes mereka di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem dapat dianggap mendukung pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel.

"Ini penistaan, ini pengkhianatan terhadap umat Islam," ucap kordinator aksi, Nanang Qosim, di Kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, kemarin.

Mereka membentangkan spanduk dan poster-poster yang bertuliskan 'Setop Pemindahan Kedubes ke Jerusalem', 'Prabowo Sakiti Umat Islam', serta 'Palestina Merdeka Harga Mati'.

Australia didesak tidak memindahkan kedutaan besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Massa membubarkan diri dari lokasi sekitar pukul 13.44 WIB.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan pendapat soal rencana pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Ia mengatakan itu seusai menghadiri Indonesia Economic Forum (IEF) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

"Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati mereka," kata Prabowo.

Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandi Agnes Marcellina di Jakarta, Kamis (22/11), membantah bahwa Prabowo tidak mendukung kemerdekaan Palestina. Menurut Agnes, pernyataan tersebut merupakan bagian dari sikap Prabowo yang mengakui kedaulatan dalam negeri Australia.

"Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap harus menghormati keputusan negara lain sama halnya dengan negara negara lain tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri dan luar negeri Indonesia," kata Agnes ketika itu.

Tebar hoaks

Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran mengatakan produksi hoaks atau kabar bohong demi kepentingan Pemilu Presiden 2019 akan semakin meningkat pada awal 2019.

"Jadi, menjelang Pilpres 2019, informasi hoaks semakin berkembang. Para capres sering menjadikan hoaks untuk menyerang salah satu pasangan calon lain," ujar Rahmat seusai diskusi bertajuk Perangi Hoaks Menuju Pilpres yang Damai dan Bermartabat di Salemba, Jakarta Pusat, kemarin.

Rahmat yang juga disebut-sebut sebagai pemimpin penyerangan di Kantor YLBHI beberapa waktu lalu itu juga mengatakan, dari kedua kubu, pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai pasangan yang banyak menyebarkan hoaks. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya