Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemahaman Prabowo Soal Palestina Sangat Memprihatinkan

Micom
23/11/2018 11:04
Pemahaman Prabowo Soal Palestina Sangat Memprihatinkan
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

MENJELANG pelaksanaan Pilpres 2019, tensi politik semakin tinggi. Baik calon presiden dan wakil presiden serta petahana saling melempar pernyataan dan isu-isu yang menarik.

Hanya saja, dalam amatan pengamat komunikasi politik Ari Junaedi ada yang kurang pas serta keluar dari substansi persoalan yang mendasar yakni sikap Indonesia terhadap perjuangan rakyat dan bangsa Palestina.

"Jika Prabowo mendukung rencana pemindahan Kedubes Australia ke Jerusalem, saya anggap Prabowo tidak paham sejarah dan patut dipertanyakan ke-Islamannya. Harusnya, tim komunikasi Prabowo-Sandi memberi briefing terlebih dahulu kepada Ketua Umum Gerindra itu sebelum berpidato. Akibatnya, statement-statement yang dikeluarkan Prabowo menjadi bahan cemoohan, bully, serta menggerus elektabilitasnya. Bukankah pasangan Prabowo-Sandi ini didukung PKS dan PAN yang mengklaim mendukung perjuangan Palestina? Apa fungsi Tim Kampanye Bersama jika perwakilan-perwakilan PKS, PAN, serta Demokrat tidak diajak merumuskan bareng-bareng strategi komunikasi Prabowo - Sandi?" ungkap Ari

Baca juga: Kurang Peka, Prabowo tidak Keberatan Australia Pindahkan Kedubes ke Jerusalem

Menurut peraih penghargaan World Custom Organization 2014 di bidang tata kelola komunikasi itu, tidak sekali ini saja, Prabowo berbicara blunder.

Masalah tampang Boyolali, gaji guru disetarakan dengan nominal Rp20 juta, merendahkan profesi sopir ojek, Indonesia bubar di 2030, sebagian besar rakyat hidup pas-pasan, profesor fisika yang dimiliki Indonesia hanya satu, atau perlunya Indonesia belajar pajak ke Zambia adalah contoh dari pernyataan mantan menantu Soeharto yang mencoreng dan mempermalukan diri sendiri.

Dari pengalaman Ari, dosen dan praktisi komunikasi serta mantan Staf Ahli Bidang Komunikasi SKK Migas itu, jika seorang kandidat dalam kontestasi politik tidak menghargai dan mengindahkan saran dan masukan tim komunikasinya, bersiap-siaplah kalah di pentas politik seperti pemilihan presiden. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya