Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pernyataan Prabowo Berpotensi Lukai hubungan Indonesia-Palestina.

Insi Nantika Jelita
23/11/2018 08:12
Pernyataan Prabowo Berpotensi Lukai hubungan Indonesia-Palestina.
(ANTARA/Adeng Bustomi)

ANGGOTA Komisi I DPR RI Meutya Hafid turut bicara menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut tidak masalah bagi Indonesia bila Australia memindahkan kedutaan besar mereka di Israel ke Jerusalem.

“Pernyataan Pak Prabowo (yang tidak masalah dengan rencana Australia untuk memindahkan kedutaan besar mereka di Israel ke Jerusalem) bertolak belakang dengan semangat konstitusi kita yang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar yang menyebut bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” kata Meutya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini, pemindahan kedutaan ke Jerusalem adalah bentuk pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Ini sama dengan mendukung penjajahan Israel atas Palestina: Indonesia sepatutnya memprotes rencana pemindahan kedubes negara mana pun ke Palestina, termasuk Australia,” tutur Meutya.

Terlepas dari itu, lanjut Meutha, pernyataan Prabowo berpotensi melukai perjuangan bangsa Palestina, juga perjuangan masyarakat di Indonesia yang selama ini berjuang untuk rakyat Palestina.

Baca juga: Pernyataan Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia ke Jerusalem Ahistoris

Dia menegaskan, selama ini, Palestina menganggap Indonesia sebagai sahabat sejati karena Indonesia selalu berani membela kepentingan Palestina di hadapan negara-negara di PBB. Indonesia menyatakan protes resmi di PBB ketika Amerika Serikat (AS) berencana memindahkan kedutaan mereka ke Jerusalem.

Meutya menambahkan jika betul kedutaan besar Australia di Israel dipindah ke Jerusalem, Australia berpotensi melanggar sejumlah resolusi PBB yang telah menetapkan bahwa Jerussalem berada di bawah naungan PBB.

“Sebagai negara sehabat, kita sepatutnya mengingatkan Australia sebagaimana pemerintah telah memprotes langkah AS,” ucap Meutya.

Meutya mengajak semua pihak di dalam negeri untuk terus memperjuangkan hak-hak Palestina apalagi mengingat Al Aqsa berada di Jerusalem dan merupakan salah satu tempat suci.

Sebelumnya di ajang Forum Ekonomi Indonesia di Hotel Shangri-La, Rabu (21/11), Prabowo menyatakan rencana Australia memindahkan kantor kedutaan di Israel, dari Tel Aviv ke Jerusalem, bukan perkara besar bagi Indonesia.

"Saya tidak melihatnya (langkah pemindahan kedutaan) sebagai masalah bagi Indonesia. Saya memang belum mengetahui keputusan final Australia. Sebagai pendukung Palestina, tentu kami memiliki opini tersendiri. Tetapi bagaimanapun Australia merupakan negara merdeka dan berdaulat, jadi kami harus menghormati itu," kata Prabowo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya