Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jangan Pilih Pemimpin yang Serba Instan

Dero Iqbal Mahendra
19/9/2018 15:05
Jangan Pilih Pemimpin yang Serba Instan
POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko( MI/Mohammad Irfan)

POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko mengimbau kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia untuk tidak memilih pemimpin yang instan dan tidak berproses. Bahkan menurutnya calon pemimpin yang hanya mengedepankan fitnah dan hoaks tanpa didukung data akan membuat Indonesia jalan di tempat.

"Kalau memilih pemimpin itu modalnya adalah kebencian dan membodoh bodohkan, hoaks dan fitnah maupun membuat kebisingan kebisingan tanpa data dan fakta itu tidak mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemimpin yang seperti itu akan membuat tujuan yang diamanatkan konstitusi tidak akan tercapai," terang Budiman di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (19/9).

Dirinya pun mengaku tidak dapat membayangkan bagaimana posisi Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang seperti itu, khususnya di era globalisasi dengan segala kecepatan kemajuan dunia.

"Berlari cepat saja belum tentu tidak ketinggalan, ini berbahaya kalau Indonesia dibawa mundur atau jalan ditempat. Kalau kebijakan dan politiknya berdasarkan fitnah itu tidak akan membawa percakapan yang baik bagi kita generasi muda," ujar Budiman.

Menurutnya pemimpin yang baik ialah yang memang berproses dari bawah dan bukan dengan fabrikasi buatan yang cenderung instan dan dibuat buat. Orang yang berasal dari proses akan dapat dijadikan contoh acuan, berbeda dengan yang instan.

"Tidak ada itu mendadak ulama atau kyai mendadak, memangnya itu sertifikat yang bisa dibeli? Berapa puluh tahun itu pak Ma'ruf Amin berproses untuk menjadi ulama. Kalau segala sesuatu serba instan, ulama instan, pemimpin instan, ramah hanya kalau butuh, rendah hati kalau saat butuh, naik metro mini kalau ingin dipotret padahal kesehariannya tidak seperti itu, gak bisa. Indonesia negara besar, mengurus negara kecil aja pakai proses apalagi negara besar," tutur Budiman.

Untuk itu dirinya mengimbau untuk meninggalkan yang instan jika hanya untuk menghailkan produk instan. Jika segala sesuatunya hanya instan, rakyat hanya akan dberikan produk instan yang meski keren tetapi hanya berumur satu dua bulan saja. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya