Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI terbaru Media Survei Nasional (Median), menemukan masih sangat ketatnya persaingan di antara tiga paslon yang berkompetisi di Pilkada Kabupaten Bandung Barat.
"Berdasarkan survei yang kami lakukan, tingkat elektabilitas tiga pasangan calon (paslon) teratas, masih cukup ketat," kata Peneliti Median, Ade Irfan, dalam keterangannya, Rabu (16/10).
Perbedaan elektabilitas antara Hengki Kurniawan-Ade Sudrajat, Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga, dan Jeje Rithie Ismail-Asep Ismail, masing-masing masih sangat tipis, bahkan menurut Ade, di bawah margin of error 3,39%. Sehingga sulit diprediksi siapa yang bakal unggul.
"Elektabilitas Hengki Kurniawan-Ade Sudrajat Usman tercatat 24,6%, disusul Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga Dirgahari 22,5%, dan Jeje Rithie Ismail-Asep Ismail 20,4%. Dengan margin of error 3,39%, secara real sulit menentukan siapa yang mutlak unggul," terangnya.
Masih sulitnya diprediksi, siapa pemenang Pilkada Bandung Barat itu, menurut Ade juga disebabkan masih dinamisnya pilihan warga terhadap masing-masing paslon sehingga masih memungkinkan untuk berubah.
"Persaingan Pilkada Bandung Barat masih sangat dinamis, karena hanya 45,7% yang sudah yakin dengan pilihannya sementara 38,7% pemilih masih mungkin berubah pilihan," katanya.
Survei ini dilakukan pada rentang waktu 3-10 Oktober 2024, kepada 800 responden warga Bandung Barat yang memiliki hak pilih. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. (N-2)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved