Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL calon wakil gubernur (bacawagub) Jakarta, Rano Karno menyebut masih ada warga Tanah Abang yang tidak memiliki kakus. Mereka terpaksa buang air besar sembarangan.
Baca juga : Ada Warga Menteng yang Terima KJP
"Tentu tiap wilayah punya problematik beda-beda, maaf Tanah Abang, sanitasi apa gak problem, maaf, dolbon (modol di kebon) masih banyak," kata Rano di The Acre Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 September 2024.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, masalah sanitasi maupun septic tank di Tanah Abang perlu dibenahi oleh pemimpin Jakarta kelak. Persoalan ini menjadi salah satu fokusnya bersama Pramono Anung.
"Buang (kotoran) di tanah semua. artinya itulah problem problem yang harus diselesaikan," katanya.
Bang Doeal, saapanya, mengaku mengetahui persoalan ini ketika bertemu dengan mantan Gubernur Sutiyoso. Gubernur era 1997-2007 berharap Pramono-Rano bisa menyelesaikannya. (Bob/M-4)
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Lagipula, wacana pembangunan ulang JPO Sarinah sudah berkembang sebelum Pramono menjabat Gubernur per awal tahun 2025 lal
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai munculnya ketidakpuasan terkait besaran Upah Minimum Provinsi atau UMP Jakarta 2026 adalah hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved