Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERWAKILAN perempuan dalam pemilihan kepala daerah bukan hal baru. Banyak kader perempuan di daerah yang dimiliki partai politik, mempunyai potensi besar dalam bertarung di pemilihan kepala daerah. Namun, hal ini tidak meninabobokan partai. Walau banyak kader perempuan potensial, partainya tetap harus memiliki strategi atau metode untuk mematangkan kemampuan politik kader perempuannya. Di antaranya, melalui pendidikan dan pembinaan politik perempuan.
Banyak cara yang bisa dilakukan partai politik guna melakukan pendidikan politik. Di antaranya, memperkuat mental dan spiritual kadernya agar memahami keberadaan nya di dunia politik, juga melakukan pendidikan politik, hukum, dan kaidah spiritual yang mengedepankan hak serta kewajiban perempuan di ranah domestik dan publik.
Masalah yang terjadi, suara dari para perempuan baik itu di lembaga eksekutif maupun legislatif masih belum terdengar secara signifi kan. Hal itu terindikasi perempuan masih tecermin dari kepentingan partainya, bukan memperjuangkan kepentingan perempuan sebagai keterwakilan kaumnya dan anak.
Selain itu, kader perempuan dalam berpolitik, bila hanya karena keinginannya untuk belajar berorganisasi dan tidak memiliki pengalaman, baik akademik maupun empiris terkait dengan politik, hal ini bisa menjadi hambatan. Apalagi, bila perempuan menginginkan untuk bisa menjadi kepala daerah. Namun, jika perempuan tersebut memiliki kekuatan di bidang akademik, terutama terkait dengan politik, ini bisa menjadi kekuatan besar bagi dirinya.
Untuk calon kepala daerah dalam pilkada, sudah saatnya partai politik mencalonkan kader perempuan. Perempuan harus dikedepankan partai politiknya. Tentu, yang memiliki integritas dan kapasitas yang representatif sebagai pimpinan daerah, memiliki intelektual tinggi, dan juga paham terhadap kondisi daerahnya sehingga dia dapat memperjuangan kepentingan daerahnya. Terutama, kepentingan perempuan dan anak. Selain itu, tentunya memiliki akhlak mulia dan nilai religius yang tinggi.
Kepala daerah perempuan dalam pilkada sebenarnya banyak kelebihannya jika dibandingkan dengan calon kepala daerah laki-laki. Selain faktor kecerdasan, keberanian dalam menyampaikan pendapat, ide, dan gagasan, serta kelembutan, juga kasih sayang yang sudah biasa dia tanamkan dalam keluarga, hal ini menjadi modal kekuatan dalam mengarungi percaturan politik atau menjadi bahan perjuangan dalam merebut kekuasaan sebagai kepala daerah.
Perempuan di sini, tentunya juga perempuan yang memiliki pemahaman nilai religiositas yang tinggi. Dia harus memahami betul bahwa ranah yang dia perjuangkan harus atas rida suaminya karena perempuan biasanya berada di ranah domestik. Saat dia mau melangkah ke ranah publik, izin dari suami menjadi hal yang sangat penting. Semua akan berjalan dengan seimbang.
Perempuan yang mengerti kewajibannya, seperti telah diatur dalam Islam, bahwa perempuan sangat berharga dan diakui eksistensinya dalam memperjuangkan kepentingan kaumnya dalam kepentingan negara. Tujuan negara termaktub dalam pembukaan UUD 1945, jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia, dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Maka, perempuan dalam pilkada harus memahami tujuan negara tersebut, dan tertuang dalam visi-misi dan program kerjanya.
Jika perempuan mampu meramu ini semua dengan baik dan memiliki integritas, yakin dalam pilkada, perempuan akan mampu bersaing dengan calon kepala daerah laki-laki. Bahkan, tampil sebagai pemenang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Pahit getir pembentukan negara tidak bisa dilepaskan pula dari derita luka dan sengsaranya rakyat. Nyawa rakyat lebih banyak musnah dibandingkan nyawa elite selama berjuang.
Empat langkah krusial tetap dibutuhkan agar kebijakan tidak berhenti sebagai respons sesaat.
Fenomena penghujat di masyarakat bukan hal baru. Dalam psikologi sosial ini disebut negativity bias: kecenderungan manusia lebih cepat melihat kesalahan ketimbang kebaikan.
Pertanyaan yang menyentak bukanlah apakah mungkin membubarkan lembaga DPR di alam demokrasi, melainkan mengapa anggota DPR minta tunjangan rumah Rp50 juta per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved