Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN warga masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sudah berpuasa Ramadan sejak Kamis (31/3). Mereka tergabung dalam jemaah Tarekat Syattariyah yang berpusat di kampung pedalaman Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, dan sekitarnya.
Keyakinan mereka ialah mengikuti Tarekat Syattariyah peninggalan Habib Muda Senagan atau lebih dikenal dengan Abu Peuleukung yang karismatik, juga tokoh perjuangan mengusir penjajahan Belanda. Selain tersebar di Nagan Raya, ribuan pengikut mereka juga ada di Kabupaten Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya.
Abu Said Kamaruddin, yang merupakan cucu Habib Abu Peuleukung mengatakan mereka berpuasa sesuai hasil hisab dan rukyat metode yang mereka gunakan turun-temurun. Rumus ilmu hisab yang mereka gunakan tersebut berkembang turun-temurun sejak puluhan tahun silam. (MR/H-2)
Ratusan pedagang kecil dapat bernapas lega, mereka mulai menggelar dagangan di lokasi yang sebelumnya ditutup untuk kegiatan perdagangan.
MENJELANG Ramadhan 1444 Hijriyah, Polres Metro Tangerang Kota mengerahkan ‘pasukan’ Polisi RW untuk membersihkan masjid dan mushola di wilayahnya.
SEJUMLAH daerah di Sumatra Selatan sudah mulai membuat kebijakan selama Ramadan tahun ini. Seperti Pemkab Muara Enim sudah melarang tempat hiburan beroperasi selama Ramadan 1444 H/2023
PETANI tebu yang tergabung dalam Petani Tebu Bersatu (Petebu) memberikan santunan kepada ratusan yatim-dhuafa di Lapangan Bola Voli Desa Gadel, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.
IDUL Fitri ialah momentum kembalinya kepada fitrah: kesucian diri. Kesucian diri ialah modal untuk kita bergerak ke depan menjalani kehidupan.
MARILAH kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang dengan kemahabesaran-Nya memberikan kesempatan kepada kita memasuki Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan berpuasa.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved