Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Inklusi dan Literasi Keuangan Tingkatkan Kesejahteraan

Usman Kansong
20/5/2016 14:38
Inklusi dan Literasi Keuangan Tingkatkan Kesejahteraan
(ANTARA/Reno Esnir)

INKLUSI dan literasi keuangan berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah penelitian menunjukkan inklusi dan literasi keuangan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S Soetiono dalam Focus Group Discussion bersama pimpinan media massa di Yogyakarta, Jumat (20/5).

Karena itu, negara-negara G20 memasukkan literasi dan inklusi keuangan sebagai program atau kebijakan. Sebagai anggota G20, ujar Kusumaningtuti, Indonesia harus melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Inklusi keuangan adalah akses masyarakat terhadap lembaga-lembaga keuangan, apakah untuk menabung atau kredit. Sedangkan literasi keuangan adalah tingkat pemahaman masyarakat tentang segala hal terkait keuangan, misalnya, tidak terlibat investasi ilegal.

Berdasarkan penelitian OJK pada 2013, tingkat literasi keuangan di Indonesia sebesar 21,8%. "Itu artinya dari 100 orang Indonesia baru 21 orang yang memahami perihal keuangan," ungkap Kusumaningtuti.

Sedangkan tingkat literasi keuangan sebesar 59,7%. "Itu artinya dari 100 orang Indonesia, 59 orang punya akses ke lembaga keuangan," sambung Kusumaningtuti. OJK, jelas Kusumaningtuti, terus melaksanakan program edukasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya