Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kendaraan Listrik Murni Dinilai Jadi Kunci Tekan Subsidi BBM dan Solusi Polusi di Indonesia

Basuki Eka Purnama
20/1/2026 09:04
Kendaraan Listrik Murni Dinilai Jadi Kunci Tekan Subsidi BBM dan Solusi Polusi di Indonesia
Ilustrasi--Petugas keamanan membantu warga yang mengalami kendala registrasi saat pengisian daya baterai mobil di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), Bekasi, Jawa Barat.(ANTARA/Fakhri Hermansyah)

PENGAMAT otomotif sekaligus Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, Sony Susmana, menegaskan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan langkah paling strategis saat ini. 

Menurutnya, BEV bukan sekadar tren, melainkan instrumen efektif untuk meringankan beban fiskal negara sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun kendaraan hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV), Sony menilai BEV memberikan dampak yang jauh lebih optimal bagi anggaran negara. 

Hal ini berkaitan erat dengan tingginya alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Peralihan ke transportasi berbasis listrik memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mengendalikan tekanan fiskal, sekaligus mendukung agenda transisi energi,” ujar Sony dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).

Urgensi peralihan ini didukung oleh data Kementerian Keuangan yang menunjukkan tren kenaikan subsidi energi secara signifikan. Pada 2024, alokasi subsidi energi menyentuh angka Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp164,3 triliun. 

Angka tersebut mencerminkan bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan ekonomi nasional.

Menurut Sony, BEV menawarkan solusi jangka menengah dan panjang untuk memutus rantai ketergantungan tersebut. 

“BEV memiliki potensi besar mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, langkah ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara,” tambahnya.

Keunggulan Lingkungan dan Efisiensi

Selain aspek ekonomi, keunggulan utama BEV terletak pada sisi ekologis. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih memiliki mesin pembakaran internal dan memproduksi emisi, BEV beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga tidak menghasilkan gas buang.

Dari sisi teknis, BEV juga dianggap lebih efisien dalam penggunaan energi. Hal ini karena seluruh daya dari baterai disalurkan langsung menjadi penggerak tanpa melalui proses pembakaran yang biasanya memicu kehilangan energi berupa panas.

Sony optimistis seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur pengisian daya, BEV akan menjadi pilar utama transformasi transportasi rendah emisi di tanah air. Namun, kesuksesan ini sangat bergantung pada kolaborasi antara regulasi yang tepat dan ketersediaan fasilitas pendukung.

“Dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai, kendaraan listrik dapat berperan strategis dalam menekan subsidi energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan,” tutupnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya