Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kehadiran mobil listrik semakin diterima oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini terlihat dari penjualannya yang terus tumbuh seiring dengan semakin baiknya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Sebagai produsen ban, tren ini tentu tidak luput jadi perhatian Bridgestone Indonesia dengan melakukan penelitian dan pengembangan ban khusus untuk mobil-mobil listrik. Bahkan rencananya Bridgestone akan segera meluncurkan produk khsusus mobil listrik.
Hal ini diungkap oleh Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno di hadapan sejumlah wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9). Menurutnya, mobil listrik membutuhkan ban khusus untuk memaksimalkan benefitnya sebagai kendaraan listrik.
Menurutnya, secara umum ban mobil listrik dirancang untuk dapat membuat kendaraan tersebut dapat meningkatkan manfaatnya sebagai kendaraan listrik. Dalam hal ini untuk dapat membuat kendaraan dapat melaju sejauh mungkin dengan kapasitas baterai yang dimilikinya.
Oleh karena itu faktor penting yang wajib dimiliki oleh ban mobil listrik adalah rolling resistance (hambatan gulir) yang dibuat serendah mungkin. Jika rolling resistance tinggi, maka energi yang dibutuhkan mobil untuk bergerak juga meningkat sehingga baterainya cepat habis alias boros listrik. Ujung-ujungnya, jarak tempuhnya pun menjadi berkurang.
Meskipun demikian, perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor safety. Artinya jangan sampai rendahnya rolling resistance tersebut mengorbankan daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, termasuk harus mempertimbangkan juga faktor kondisi jalan di Indonesia.
Pria yang punya hobi menggeluti seni beladiri ini juga mengingatkan bahwa kelebihan mobil listrik itu diantaranya adalah tidak adanya suara mesin (knalpot). Hal ini juga yang menjadi pertimbangan perusahaan.
Saat mobil bergerak, kebisingan bukan hanya ditimbulkan oleh mesin (knalpot), tapi juga faktor lain, salah satunya adalah kebisingan ban. "Nggak lucu kan kalau mobil listriknya udah senyap, dirusak oleh kebisingan dari ban," ujar Mukiat.
Alasan itu juga yang membuat pengembangan ban mobil listrik yang dilakukan Bridgestone Indonesia menempatkan faktor road noise dalam kelompok faktor terpenting dan masih terus dilakukan agar dapat memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut.
"Saat ini kami masih melakukan penelitian untuk menemukan formulasi yang pas. Soal kapan diluncurkannya, kita tunggu saja," tuturnya.
Ban Kebutuhan Khusus
Perekembangan mobil listrik global saat ini sudah sedemikian jauh. Beberapa produsen otomotif juga tidak hanya memproduksi mobil listrik harian sebagai alat transportasi, tetapi juga berupaya untuk memenuhi hasrat para penggila kecepatan tinggi.
Berkaca dari situ, Bridgestone juga sudah memenuhi kebutuhan tersebut. "Di China Bridgestone sudah mensuplai untuk beberapa merek. EV di China ada merek Nio. Itu Horse Powernya ternyata sampai 600. Saya kaget. Tapi orang Bridgestone China bilang, model sebelumnya itu malah sampai 1.200 (hp). Artinya untuk memenuhi kebutuhan itu (hi-performance electric car), Bridgestone sudah ada," jelas Mukiat.
Di Indonesia, kebutuhan ban mobil listrik kategori high performance belum ada. "Oleh karena itu, untuk sementara ini Bridgestone Indonesia belum mengeluarkan ban high performace untuk mobil listrik. Karena pasar (mobil listrik) Indonesia baru berkembang dan belum mengarah ke situ," tutupnya. (S-4)
Tahun 2025 menjadi periode yang menuntut ketahanan dan fleksibilitas bisnis.
Menjawab tantangan dan kebutuhan publik, Bridgestone memperkenalkan produk ban EV Ready melalui Enliten Technology.
Dari sisi safety, Turanza 6 menawarkan keamanan yang lebih tinggi dengan desain baru yang meningkatkan daya cengkeram di permukaan basah.
Bridgestone uji coba Dueler A/T002 di trek aspal dan off-road
Penting bagi publik untuk teredukasi mengenai ban yang berkualitas.
BSIN telah menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lewat prestasi fasilitas pabriknya, Karawang Plant (BSIN-KP), yang meraih PROPER Hijau dari KLHK RI untuk kedua kalinya.
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Anggota DPRD DKI Kevin Wu mendesak percepatan investigasi kebakaran di Teluk Gong yang menewaskan 5 orang.
BYD mengatakan penjualan mobil bertenaga baterainya meningkat hampir 28% menjadi 2,26 juta unit.
Tesla mengumumkan bahwa penjualan mobil listrik secara global pada 2025 turun sekitar 8,6% secara tahunan
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved