Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Ducati telah memperkenalkan skuter listrik canggih bernama e-skuter Ducati Pro-III yang dibanderol 799 euro (sekitar Rp13,2 juta).
Dikutip Gizmochina, Minggu (7/11), Ducati mengatakan Pro-III adalah skuter paling canggih secara teknis dalam jajaran produk e-mobilitas Ducati Urban. Skuter ini dapat dihubungkan ke aplikasi pengguna e-mobility Ducati Urban dan juga menggunakan teknologi NFC.
Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menggunakan token yang dapat memulai penggunaan saat didekatkan ke layar skuter. Tindakan keamanan ini memastikan bahwa e-skuter hanya dapat dioperasikan oleh orang yang memiliki token.
Chip NFC yang tertanam di dalam token, serta kemungkinan mengisi daya ponsel melalui port pengisian USB Pro-III adalah beberapa sorotan utama dari e-skuter baru ini.
Pro-III memiliki motor 350W yang dapat memberikan kecepatan tertinggi 15,5 mph, serta baterai 468 Wh yang memiliki jarak tempuh hingga 31 mil atau sekitar 49,8 km, menurut Ducati.
Perlu dicatat bahwa Ducati tidak membuat produk ini sendiri, melainkan dari pabrikan lain yang berusaha membangun nama merek Ducati. Belum ada langkah konkret dari Ducati untuk memproduksi motor listrik dalam jangka pendek. (Ant/OL-12)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved