Jumat 27 November 2020, 15:31 WIB

Bersama Hyundai, Ineos Kembangkan Grenadier Fuel Cell

mediaindonesia.com | Otomotif
Bersama Hyundai, Ineos Kembangkan Grenadier Fuel Cell

Ineos Automotive
Selain mesin bensin, Grenadier akan tersedia versi listrik hydrogen fuel cell.

 

MASIH ingat Ineos Automotive, produsen otomotif merek baru yang merilis SUV Grenadier yang menyerupai Land Rover Defender klasik? Meskipun tergolong 'anak kemaren sore', perusahaan petrokimia ini tidak main-main menggeluti bisnis barunya.

Ineos Automotif sudah memikirkan bisnis berkelanjutan dengan rencananya untuk kembali mengembangkan Grenadier yang lebih ramah lingkungan dengan bahan bakar hidrogen. Tentunya ini akan menjadi kabar menggembirakan bagi penggemar SUV.  

Untuk mewujudkan hal itu Ineos menggandeng Hyundai dan keduanya telah menandatangani nota kesepahaman untuk meneliti kapasitas produksi dan pasokan hidrogen, serta penerapan pengaplikasian teknologi dan aplikasi hidrogen. 

Kedua perusahaan ini tengah mempertimbangkan untuk membuat SUV Ineos Grenadier bertenaga hidrogen dengan memanfaatkan sistem fuel cell/sel bahan bakar milik merek mobil Korea yang digunakan pada crossover Hyundai NEXO.

Hyundai sendiri merupakan salah satu perusahaan otomotif terkemuka di bidang teknologi sel bahan bakar hidrogen dan sukses memasarkan mobil berbahan bakar hidrogen sejak 2013 silam.

"Langkah Ineos untuk mengembangkan kendaraan listrik fuel cell dan ekosistem hidrogen menandai tonggak sejarah lain menuju transportasi yang bersih dan berkelanjutan," ujar Fuel Executive Hyundai Saehoon Kim. 

Hyundai yakin ini akan memberikan opsi rendah karbon yang penting di berbagai sektor. Sinergi antara keahlian Hyundai selama puluhan tahun dalam sel bahan bakar hidrogen dengan keahlian Ineos di bidang kimia diharapkan mampu untuk mewujudkan produksi massal hidrogen hijau dan sel bahan bakar untuk Grenadier.

Ineos sendiri merupakan sebuah perusahaan kimia dari Inggris yang mengembangkan mobil off-road Grenadier yang mirip dengan Land Rover Defender klasik yang rencananya baru akan diluncurkan akhir 2021.

Rencana memproduksi Grenadier pertama kali diumumkan pada 2017 silam. Bos Ineos Jim Ratcliffe mengembangkan kendaraan ini setelah Land Rover mengumumkan dihentikannya produksi Defender. Pasalnya dia adalah salah satu penggemar berat Defender.

Ineos Grenadier dikembangkan oleh Ineos bekerja sama dengan Magna-Steyr dari Austria, yaitu perusahaan yang membuat dan mengembangkan produk SUV legendaris Mercedes-Benz G-Class. Oleh karena itu sosok Grenadier juga mirip G-Class di beberapa bagian.

Sumber dayanya dipasok oleh BMW, salah satunya adalah mesin turbocharger BMW 3.0 liter 6 silinder segaris, transmisi otomatis 8-speed plus transfercase untuk Low Gear sebagai fitur standar.

Dengan merangkul Hyundai, seperti Ineos ingin memberikan alternatif bagi para pecinta SUV 'kasar' yang peduli akan masa depan lingkungan lebih ramah dan nyaman. Dengan perkembangan terbaru ini juga membuat Grenadier belum akan diluncurkan hingga akhir 2021 mendatang.

Ineos belum lama ini juga meluncurkan kampanye untuk mengembangkan dan membangun kapasitas hidrogen bersih di Eropa. Saat ini Ineos memproduksi 300.000 ton hidrogen per tahun sebagai produk sampingan dari operasi manufaktur kimianya. (S-4)

Baca Juga

HPM

Honda Jual 79.451 Unit Mobil Tahun Lalu

👤RO 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:47 WIB
Penjualan Honda sepanjang tahun lalu didominasi oleh model Honda Brio dengan total penjualan 43.021...
MI/CHADIE

Mercedes-Benz Indonesia Bukukan 2.226 Unit di 2020

👤RO 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:21 WIB
Pada 2020 MBDI menerapkan strategi ofensif dengan menghadirkan 15 model terbaru atau...
HPM

Honda Meriahkan Virtual Auto Salon 2021

👤RO 🕔Jumat 15 Januari 2021, 00:48 WIB
Di  ajang Virtual Auto Salon 2021 yang digelar di Tokyo, Jepang pada 15 Januari 2021, Honda menampilkan modifikasi dari FIT e:HEV...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya