Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA isu SARA menjadi sorotan dalam perayaan tiga tahun Komunitas Toyota Cayla Indonesia (KTCI) yang digelar di Anjungan Kalimantan Selatan, TMII, Minggu (6/10). Oleh karena itu tema yang diusung kental dengan nuansa upaya mempersatukan bangsa.
Sebanyak 170 member dari 16 chapter KTCI hadir meramaikan acara 3rd Anniversari KTCI yang mengangkat tema 'Yuukk Bersatu Lagi Hindari Isu SARA dengan Cara Bangun Anekaragam Nusantara' itu.
Seluruh panitia sengaja mengenakan dari berbagai daerah untuk menegaskan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an acara kegiatan tersebut, sebagai simbol perlawanan terhadap isu SARA.
"Akhir-akhir ini banyak peristiwa yang anarkis dan brutal seperti di Wamena, misalnya. Itu semua terpicu oleh adanya isu-isu SARA yang beredar. Oleh karena itu, 3rd Anniversary KTCI kami memilih tema itu," ujar Ketua Pelaksana Erlangga.
Baca juga: Menikmati Kenyamanan Lima Kendaraan Hybrid Toyota
Karena bertepatan dengan momentum HUT TNI ke-74, KTCI juga mengundang narasumber yang mengangkat peran TNI dalam menjaga keutuhan NKRI.
"Ini momen yang sangat pas sehingga perayaan ini semakin lengkap," ujar Ketua Umum KTCI Sapto Prayitno.
Sebagai bentuk kepedulian para anggota KTCI terhadap masa depan generasi bangsa dan lingkungan, sehari sebelumnya mereka mengunjungi sekolah untuk anak-anak jalanan dan kurang mampu.
Lokasi yang dipilih adalah TK Sekar di Jl Jembatan Merah, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Di sekolah tersebut, KTCI menyosialisasikan bahaya sampah plastik dan membagikan sumbangan botol minuman dan kotak tempat makanan sehingga anak-anak tidak lagi menggunakan wadah plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah plastik yang sangat berbahaya bagi lingkungan. (OL-2)
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalan.
Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Bali Coffee Club Jakarta dirancang sebagai ruang terbuka bagi komunitas untuk berkarya dan berkolaborasi.
Program utama yang mencuri perhatian dalam aktivasi ini adalah Badut Tongkrongan, sebuah ajang pencarian bakat komika versi komunitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved