Senin 11 Oktober 2021, 17:05 WIB

Survival Lembaga Pendidikan Swasta Saat Pandemi

Fauzan Dahlan, Mahasiswa Pascasarjana Magister Managemen Mercu Buana  | Opini
Survival Lembaga Pendidikan Swasta Saat Pandemi

Dok pribadi
Fauzan Dahlan

 

PANDEMI covid-19 membawa perubahan yang fundamental terhadap aspek pendidikan. Salah satunya adalah sistem pengajaran dan sistem pelayanan administrasi pendidikan. Keterbatasan akibat pengajaran lembaga pendidikan memberikan performa pelayanan kepada peserta didik maupun calon peserta didik baru, menjadi suatu acuan bagi pengelola lembaga pendidikan untuk tetap bertahan dimasa pandemi ini.

Lembaga pendidkan harus mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan pasal 48 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Berdasarkan hal tersebut dengan pengelolaan seluruh sumber dana pendidikan, termasuk sumber potensi keuangan, untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan. Terkait hal ini peran pimpinan dari lembaga pendidikan sangat dibutuhkan dan diharapkan, sebab indikator seperti man, money, dan material tidak akan dapat berwujud tujuan yang akan dicapai jika tak dimanajemen oleh seorang pemimpin lembaga pendidikan yang tangguh.

Peran serta lembaga pendidikan non pemerintah (swasta/masyarakat) dalam ikut serta mencerdaskan bangsa pada kondisi pandemi, sangat dipengaruhi oleh berhasil atau tidaknya program penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Termasuk juga tergantung pada mutu para anggota masyarakat yang mengabdikan dan petugas yang melaksanakannya. Dalam pendidikan juga diharapkan mampu mencetak dan menghasilkan peserta didik berkualitas dan menerapkan prinsip-prinsip moral. Pada dasarnya bahwa pendidikan itu harus mampu menyiapkan tenaga yang mempunyai kompetensi unggul, dalam membentuk kecirikhasan metode pembelajaran serta mampu melakukan pembaharuan keilmuan. 

Sementara itu, saat ini pendidikan yang diselenggarakan oleh swasta atau masyarakat dihadapkan pada beberapa masalah; antara lain peningkatan kualitas, keterbatasan anggaran dan belum terpenuhinya sumber daya dari masyarakat secara profesional, sesuai dengan prinsip pendidikan sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. Masa pandemi memberikan dampak luar biasa terhadap menurunnya pendapatan pengelolaan keuangan lembaga pendidikan yang diselenggarakan swasta/masyarakat, dan beban yang tinggi akibat pengeluaran pengelolaan lembaga pendidikan ini.
 
Inovasi dan restrukturisasi anggaran belanja di lembaga pendidikan merupakan salah satu alternatif selain mendapatkan insentif atau subsidi yang diberikan pemerintah. Dalam inovasi pendidikan salah satu pengelolaan manajemen aset yang harus dilakukan sebagai salah satu alternatif tersebut, adalah dengan pembelajaran memanfaatkan aplikasi berbasis LMS (learning management system) tertentu. Kemudian pemanfaatan media sosial secara asynchronous, pembelajaran dengan pendekatan blended, keterlibatan orang tua murid, penerapan model-model pembelajaran inovatif, serta pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan siswa.

Optimalisasi aset

Untuk saat ini inovasi sudah berbasis teknologi dan mudah diaplikasikan. Sehingga untuk mendukung kegiatan inovasi ini pemerintah sudah memberikan subsidi berupa kuota bagi pendidik, peserta didik maupun tenaga kependidikan. Pemerintah juga tetap memberikan bantuan operasional lembaga pendidikan kepada lembaga pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan sudah bisa melakukan efesiensi beban pengeluaran operasional.

Restrukturisasi yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yaitu dengan cara mengoptimalkan aset-aset lembaga pendidikan, serta menjual aset yang tidak dibutuhkan lagi oleh lembaga pendidikan guna mengestimasi nilai beban pengeluaran operasional lembaga pendidikan, dan ini juga sesuai dengan Koh et al (2015) yang menyatakan bahwa "Pada perusahaan yang mengalami distress pada fase kelahiran, pertumbuhan, dan penurunan perusahaan cenderung mempertahankan aset mereka dengan mengumpulkan dana dari aktivitas operasi." 

Lembaga pendidikan juga harus mampu memberikan terobosan terhadap metode pengajaran seiring tuntutan kondisi di masyarakat, tetapi tidak menghilangkan kecirikhasannya di dalam metode pengajaran dan keterbaharuan keilmuannya. 

Dalam restrukturisasi manajemen aset lembaga pendidikan swasta harus tetap memberikan laporan manajemen lembaga pendidikan dari beberapa aspek. Perencanaan keuangan atau pembuataan anggaran keuangan tiap tahun merupakan sebuah keniscayaan. Selain itu kebijakan keuangan, mengelola tata keuangan dengan baik, pencatatan keuangan, pembukuan keuangan atau keluar masuknya keuangan, pencatatan saldo awal dan akhir, dan sebagainya juga dibutuhkan. Laporan keuangan akhir tahun serta audit laporan keuangan yang dilakukan akuntan publik jelas diperlukan. 

Semua laporan tersebut harus mengadopsi sifat transparansi, efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi. Transparan artinya adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan yang transparan, berarti adanya keterbukaan dalam manajemen aset dan keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan, pemanfaatnya dan jumlah volumenya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya.

Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Manajemen keuangan khususnya manajemen aset dikatakan akan memenuhi syarat dari prinsip efektivitas, jika kegiatan yang telah dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan serta kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang lembaga pendidikan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak lembaga pendidikan membelanjakan uang secara bertanggung jawab.

Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu; (1) adanya transparansi para penyelenggara lembaga pendidikan dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola lembaga pendidikan, (2) adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, (3) adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat.

Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal; pertama, dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. 

Kedua, dilihat dari segi hasil. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan terhadap masyarakat secara memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab.

Andaikata restrukturisasi manajemen aset dilakukan seperti telaah di atas, diyakini lembaga pendidikan swasta atau masyarakat akan tetap bertahan (survive) di masa pandemi ini, dan akan tumbuh lebih besar.

Baca Juga

MI/Seno

71 Tahun IDI, Peran Lama, Versi Baru

👤Iqbal Mochtar Dokter dan doktor bidang kedokteran dan kesehatan, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 05:00 WIB
TEPAT pada Minggu, 24 Oktober 2021 kemarin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) genap berusia 71...
Ilustrasi

Untung Rugi Investasi Aset Digital

👤Agus Sugiarto Kepala Departemen di OJK 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 05:00 WIB
KEGIATAN investasi merupakan salah satu mesin penggerak perekonomian global karena aktivitas investasi tersebut mampu menyumbangkan nilai...
MI/Duta

Teladan yang Hidup (Living Tradition)

👤Azwar Anas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe 🕔Senin 25 Oktober 2021, 05:00 WIB
SETIAP tahun kita memperingati lahirnya Nabi Muhammad Saw. Bagi umat Islam, Nabi Muhammad merupakan teladan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya