Selasa 03 Agustus 2021, 23:00 WIB

Rantai Pasokan Bertahan Melalui Diversifikasi, Digitalisasi, SDM dan Kemitraan

Eileen Yap, Country General Manager, Singapore and SEA Export RS Components dan Praktisi Bisnis di Singapura | Opini
Rantai Pasokan Bertahan Melalui Diversifikasi, Digitalisasi, SDM dan Kemitraan

Dok pribadi
Eileen Yap,

 

MESKI beberapa bisnis memiliki pandangan yang lebih positif saat ini, ketidakpastian rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi covid-19 terus menjadi salah satu risiko yang dihadapi industri. Di Indonesia dan seperti di banyak negara, manajemen rantai pasokan masih menjadi tantangan. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahun lalu dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini, telah menunda sumber dan transportasi bahan baku, menghambat rantai pasokan dan lebih lanjut mengganggu produksi.

Beberapa negara mempertimbangkan pengadaan komponen lokal untuk pabrikan. Tetapi sebenarnya hampir tidak mungkin bagi pabrikan untuk menjaga kelancaran operasi dengan mengambil bahan dari satu lokasi atau pemasok saja. Kondisi yang tidak menentu ini juga menuntut perusahaan untuk dapat berinovasi guna mempertahankan usahanya. Akses cepat dan andal ke rantai pasokan global yang telah terdiversifikasi menjadi suatu yang sangat penting.

Sementara hambatan tetap ada, perusahaan menggunakan wawasan dan pembelajaran dari tahun lalu untuk membimbing mereka saat hendak mempersiapkan peluang di masa depan. Riset dari Center of Innovation & Collaboration (CIC) Manajemen PPM menunjukkan hanya 29,7% responden menyatakan siap menghadapi tantangan di 2021. Sementara 59,1% responden menyatakan sedang dalam proses menyiapkan perusahaannya.

Diversifikasi

Penelitian lanjutan The Institute of Supply Management menyatakan bahwa sementara bisnis memiliki prospek yang lebih positif pada 2021. Hanya saja mereka masih khawatir tentang risiko terhadap pemasok, keterlambatan pengiriman, dan masalah kerja jarak jauh. Maraknya kasus covid-19 di negara-negara di Asia Tenggara juga mendorong pemerintah untuk menerapkan pembatasan pergerakan baru. 

Melalui disrupsi ini, diperlukan strategi rantai pasokan yang memberikan fleksibilitas, memanfaatkan perangkat digital, dan meningkatkan kapabilitas. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen dan berkontribusi untuk menghidupkan kembali perekonomian. Diversifikasi dan multi-sourcing diperlukan bagi perusahaan dan produsen agar tidak mengalami penghambatan pada rantai pasokan. Demikian pula, ada baiknya mengidentifikasi komponen sumber tunggal dan menentukan apakah pemasok dapat mengalihkan produksi ke fasilitas lain. 

Kerja sama dengan pelanggan di pabrikan proses, pabrikan peralatan, utilitas dan energi, konstruksi, transportasi, dan banyak sektor lainnya untuk mendapatkan komponen untuk proyek mereka, bisa dilakukan melalui platform eCommerce dan jaringan pengecer lokal di Indonesia. Melalui hal ini, pelanggan memiliki pilihan yang luas dan akses yang andal ke lebih dari 500 ribu produk industri dan elektronik yang berasal dari lebih dari 2.500 merek internasional tepercaya secara daring dan luring.

Digitalisasi

Saat ini, adopsi digital sudah tak dapat kita dihindari. Begitu pula dalam rantai pasok. Infrastruktur digital yang kuat juga memungkinkan perusahaan untuk dapat beradaptasi secara cepat di semua sektor bisnis. Banyak yang sudah memulai proses peningkatan digitalisasi dan tentunya sekarang bukan saatnya untuk menghentikan proses yang sedang berlangsung.

Untuk mengurangi tekanan dalam rantai pasokan, tim pengadaan menggunakan solusi dan alat pengadaan digital yang dapat membuka penghematan dan efisiensi jangka panjang bagi perusahaan. Alat manajemen pesanan digital dapat menyederhanakan dan mengotomatisasi proses pembelian, serta memberikan kontrol yang lebih baik kepada perusahaan atas pengeluaran mereka. Solusi berbasis web gratis yang tidak memerlukan peningkatan sistem TI atau perangkat lunak untuk digunakan juga tersedia di pasar.

Di era kerja jarak jauh dan tindakan menjaga jarak, solusi digital membantu bisnis merampingkan proses daring dengan menawarkan akses langsung ke seluruh portofolio produk dan meningkatkan visibilitas dan pelaporan. Dari pemesanan daring, otomatisasi proses, analisis big data dan penggunaan artificial intelligence (AI) untuk membantu memprediksi tren, hingga mendukung peningkatan jumlah pekerja jarak jauh atau berbasis rumahan, digitalisasi telah menjadi elemen penting. Ini akan memberikan mereka lebih banyak visibilitas ke dalam operasi dan memungkinkan mereka untuk lebih gesit dan bereaksi lebih cepat.

SDM dan kemitraan

Kemitraan juga merupakan upaya lain untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan dengan menggunakan kapabilitas pengadaan, inventaris, dan teknologi dari mitra tepercaya yang dapat membantu bisnis mempertahankan produktivitas dan beroperasi dengan lancar. 

Karantina dan langkah-langkah keamanan tambahan telah menunda pengiriman, sehingga sulit untuk memprediksi dan mengelola pasokan. Dengan pusat distribusi (gudang) yang menyimpan persediaan stok lokal di kawasan Asia Tenggara, dan di 4 lokasi lain di Asia Pasifik, perlu penawaran lead time terbaik. Hal itu untuk memberikan fleksibilitas kepada pelanggan manufaktur yang merencanakan inventaris mereka dan mengakomodasi perubahan yang tidak konsisten dalam jadwal produksi.

Menjaga keselamatan karyawan yang datang bekerja juga sangat penting dalam menjamin kelangsungan usaha dan keterikatan karyawan. Saat ini, perawatannya berlipat ganda. Untuk itu, perusahaan juga harus memberikan dukungan dalam hal komunikasi dan kerja sama tim agar setiap orang dapat bekerja dari rumah dengan aman dan lancar. Untuk pekerja berbasis lokasi, seperti yang ada di pabrikan makanan dan minuman dan industri penting lainnya, melengkapi karyawan dengan APD adalah hal yang diperlukan.

Tidak ada yang dapat memprediksi seperti apa dampak covid-19. Di situlah peran mitra solusi layanan dan produk industri dan elektronik global omni-channel dengan kehadiran yang kuat di Asia, untuk menyadari potensi dampak sejak dini. Kerja erat dengan para pemasok dan logistik dalam membangun kemitraan strategis, menjadi kata kunci. Sejak awal pandemi jelas butuh perpanjangan negosiasi, tidak hanya untuk membantu memastikan kelangsungan bisnis tetapi juga untuk menjaga pengiriman. Respons cepat dan perencanaan ke depan, membantu menjaga kelangsungan pasokan, terutama kepada pelanggan di sektor-sektor penting seperti perawatan kesehatan, utilitas, dan makanan.

Peluncuran platform eCommerce yang dipesan lebih dahulu tahun lalu, menjadikan jalinan kemitraan dengan distributor di Indonesia siap melayani pasar dengan pengalaman dan layanan berkualitas tinggi. Hal itu bertujuan memberikan pelanggan akses cepat dan andal ke merek internasional terkemuka dan luas ke berbagai produk.

Kelangsungan dan ketahanan rantai pasokan telah menjadi isu penting karena industri harus beradaptasi. Penilaian risiko, pemahaman tentang kemampuan dan keterbatasan pemasok, dan kemampuan untuk mendapatkan sumber dari beragam pemasok telah menjadi hal terpenting untuk dapat bertahan dari peristiwa gangguan berisiko tinggi di masa depan.

Baca Juga

dok.ant

Sosok Santri dan Semangat Antikorupsi Diperlukan Melawan Perang Badar Melawan Perilaku Koruptif

👤H. Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 09:27 WIB
Sosok Santri dan Semangat Antikorupsi Diperlukan Melawan Perang Badar Melawan Perilaku...
MI/Duta

Songsong Matahari Terbit di Selatan Papua

👤Wilhelmina Welliken Dosen di Universitas Musamus, Merauke, Papua 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:05 WIB
PERHELATAN PON XX dan kehadiran Presiden Joko Widodo di Kabupaten Merauke untuk yang ketiga kalinya, awal Oktober lalu, memiliki makna yang...
Dok pribadi

Menimbang Peta Capres 2024

👤Yusa’ Farchan, Pengamat Politik Citra Institute, Akademisi Universitas Sutomo 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 16:15 WIB
Poros pertama tentu adalah PDIP yang memegang supremasi elektoral dua kali pemilu berturut-turut (Pemilu 2014 dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya