Rabu 28 Oktober 2020, 11:35 WIB

Generasi Muda Harapan Bangsa

Ervanus Ridwan Tou | Sekjen Vox Point Indonesia | Opini
Generasi Muda Harapan Bangsa

DOK.PRIBADI
Ervanus Ridwan Tou | Sekjen Vox Point Indonesia

   SEMANGAT dan optimisme yang pernah digelorakan Bung Karno harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun bangsa. Semangat dan optimisme tersebut, masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini.

   Bung Karno memberi spirit kepada generasi muda, agar menjadi orang muda nasionalis, progresif dan revolusioner. Bung Karno sangat paham, bahwa orang muda adalah generasi penerus yang selalu siap menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. Sebagaimana yang pernah ia katakan, mengajak orang muda berdedikasi nyata untuk NKRI. 

   "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Itulah ungkapan spirit Bung Karno bagi orang muda. Sebuah legacy yang kaya makna. Untuk mendorong orang muda terlibat aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

   Ia menyadari, bahwa generasi muda adalah kader yang akan memimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Di tangan orang muda, tongkat estafet kepemimpinan bangsa Indonesia berada. Merekalah, yang akan membawa dan menentukan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Agar menjadi negara yang lebih maju, beradab dan berdaya saing.

   Keberadaan orang muda di negara ini, tidak bisa disepelekan. Sejarah mencatat, bahwa peran orang muda dalam perjalanan bangsa Indonesia sangat banyak. Kaum muda selalu memainkan peran penting, dan revolusioner. Kaum muda telah berjuang, dan tercatat memberikan pekerjaan vital dalam momen-momen genting dan penting. Kita tentu memberi apresiasi untuk semua sumbangsih itu.

   Tahun lalu, gelombang unjuk rasa anak muda dan mahasiswa di berbagai wilayah terhadap serangkaian rancangan undang-undang "kontroversial", dipandang sebagai protes mahasiswa terbesar sejak 1998. Seperti menuntut pembatalan revisi Undang-Undang KPK dan menolak revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

   Kemudian, yang terbaru adalah aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja. Aksi ini, merupakan bukti nyata bahwa anak muda masih memiliki pandangan politik kritis. Kaum muda yakin, atas keberdayaan politik mereka, meskipun dalam dua dekade terakhir sering dituduh apatis.

   Beberapa contoh peristiwa ini membuktikan, bahwa orang muda mempunyai peran yang sangat penting. Minimal memberi peringatan kepada penguasa. Mengingatkan kepada pemerintah, bahwa orang muda adalah oposisi sejati yang membela kebenaran. Yang membantu menyuarakan aspirasi rakyat. Karena bagi orang muda, aspirasi melalui jalur parlemen belum maksimal. Sebab, suara orang muda sering disepelekan. Suara mereka akan didengar hanya saat reses atau pileg. Itupun pura-pura didengar.

    Kontribusi seperti ini, tentu diharapkan terus mengalir dari orang muda. Namun, yang perlu diperhatikan tetap disampaikan melalui jalur resmi. Mengikuti tata cara kenegaraan seturut konstitusi. Sesuai aturan yang berlaku. Hal ini, sebagai upaya untuk mewariskan contoh yang baik kepada generasi berikutnya. Sehingga demokrasi kita semakin berkualitas.

   Peran kaum muda menjadi kebutuhan yang tak pernah berakhir. Kita perlu kepedulian dan kerelaan orang muda. Agar, bangsa ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Supaya sesuai dengan suara hati rakyat. Bahwa Indonesia tetap aman, tetap menjadi negara yang disegani. Seperti yang diharapkan Bung Karno, dengan tiga wasiatnya yakni, kita berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

   Kontribusi orang muda, sangat diharapkan demi menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks. Terutama, tantangan di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda Bangsa Indonesia. Untuk itu, orang muda harus punya cita-cita. Punya tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Cita-cita itu, tidak sebatas wacana. Namun harus diwujudkan dalam karya masing-masing, dalam bentuk apa pun.

   Di sisi lain, orang muda juga mempunyai tugas dan tanggung jawab, mewariskan seluruh isi rahim bangsa Indonesia ke generasi berikutnya. Terkait sejarah Bangsa Indonesia, misalnya, agar kita tetap konsisten, mempertahankan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bangsa butuh orang muda

   Kehadiran orang muda sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya persoalan yang muncul di hadapan kita. Seperti ancaman disintegrasi bangsa. Seperti, menguatnya isu radikalisme dan terorisme. Toleransi dan kebebasan beragama semakin suram. Meningkatnya informasi hoaks di media sosial.

   Hal ini terkonfirmasi dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kominfo mencatat hingga 8 Agustus 2020 sebanyak 1.028 hoaks yang tersebar di berbagai platform media sosial, yang terkait disinformasi tentang virus korona (covid-19). Kemudian, hoaks terkait Pilkada 2020 diduga meningkat. Sebagaimana dikhawatirkan Ketua KPU Arief Budiman yang disampaikan di Kantor Bawaslu RI, Rabu 12 Agustus 2020 seperti dikutip dari Okezone.com.

   Beberapa persoalan ini, adalah tantangan sekaligus ancaman yang mengganggu keutuhan NKRI. Jika dilihat dari fenomena atau kejadian yang terus muncul, maka orang muda tak bisa tinggal diam. Orang muda mesti menjadi bagian pertama  memberi contoh kepada yang lain.

    Menjadi pribadi yang kritis atas persoalan bangsa.  Menjadi orang yang mengutamakan kepentingan bersama. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Hidup toleransi dan menghargai perbedaan. Dan, menghormati keyakinan agama orang lain. Karena itu dijamin UUD 1945.

    Tanggung jawab generasi muda tentu sangat berat, namun sangat penting. Tujuannya, agar tetap mempertahankan Indonesia menjadi bangsa yang majemuk, plural dan multikultural. Bangsa yang tetap satu kesatuan dalam bingkai NKRI. Bangsa yang taat pada ideologi Pancasila. Bangsa yang konsisten mewujudkan amanat UUD 1945 dan setia dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

   Beberapa persoalan akhir-akhir ini mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia rawan terjadinya perpecahan. Ini merupakan peringatan terhadap keutuhan bangsa. Kita bisa prediksi seperti apa wajah bangsa Indonesia mendatang. Apakah tetap utuh. Apakah tetap satu kesatuan sebagai bangsa yang beraneka ragam budaya, yang memilki 1.340 suku dan 652 bahasa. Juga, memiliki 17.491 pulau sebagaimana data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Okezone.com, 10 Februari 2020).

   Tugas dan tanggung jawab orang muda dirasakan berat, apabila dilakukan sendiri-sendiri. Untuk itu, perlu dikerjakan secara bergotong royong. Bersama-sama menjalankannya. Melalui ide, kreatifitas dan karya pengabdian yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Hanya dengan kebersamaan, bersatu padu, bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang seperti kita alami saat ini.

Refleksi sumpah pemuda

   Sejarah mencatat, kemerdekaan bangsa Indonesia juga dipengaruhi perjuangan para pahlawan dan tokoh bangsa pada zaman penjajahan. Termasuk di dalamnya karena bersatunya orang muda. Secara bersama-sama mereka tinggalkan ego sektoral. Mereka tinggalkan kepentingan pribadi dan golongan, suku dan daerah. Termasuk, kepentingan politik. Tapi, mereka bersatu padu, dalam nada yang sama yakni untuk kepentingan Indonesia Raya.

   Bersatunya orang muda pada Kongres Pemuda Ke-II merupakan peristiwa yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Digelorakan pertama kali pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda, adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini yang kita kenal sebagai semangat untuk menegasakan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia. Tahun ini, kita memperingati yang ke 92 tahun.

   Dalam momentum pertama kali lahirnya Sumpah Pemuda, orang muda datang dari berbagai latar belakang. Mereka telah menyatakan tekad yang sama, untuk bersatu. Bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

   Sejarah Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa generasi muda mempunyai peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Mereka yang terlibat dalam Sumpah Pemuda telah memberi kontribusi nyata untuk bangsa Indonesia. Tugas mereka sudah selesai. Mereka telah mewariskan sebuah legacy kebangsaan agar diteruskan oleh kita. Untuk itu, kita punya tugas menjaga negara Indonesia dari berbagai ancaman yang dapat memecah-belah bangsa.

   Dalam perjalanan memperingati hari Sumpah Pemuda, kita tentu saja merefleksi seperti apa kontribusi konkrit untuk bangsa. Apakah hanya sekedar wacana. Atau sebatas diskusi dan menghasilkan ide? Hal ini tentu menjadi catatan refleksi bersama. Sebagai generasi muda kita harus optimistis. Bahwa orang muda kaya akan ide, kreativitas dan pemikiran konstruktif yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

   Tugas kita, bagaimana meyakinkan diri sendiri, dan semua orang agar janji sumpah pemuda bukan teriakan kosong. Tanpa makna. Tapi, Sumpah Pemuda telah memberi pesan yang universal. Sumpah Pemuda adalah legacy paripurna. Maknanya sebagai bukti kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia. Agar kita tetap mencintai dan setia mengkawal NKRI sampai kapan pun.

   Dalam spirit yang sama pula, kita diajak untuk bersama-sama menjadi duta pemersatu. Menjadi agen perubahan. dan, menjadi simbol persatuan. Menyebarkan cinta kasih kepada sesama saudara. Kita menjadi pembeda, yang siap mewariskan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi berikutnya. Menjadi orang muda yang mendedikasikan diri untuk kejayaan NKRI.

   Sebagai generasi muda kita harus optimistis membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, dan lebih maju. Semoga momentum Sumpah Pemuda meningkatkan kreativitas kita untuk kejayaan bangsa Indonesia. Untuk menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi bangsa.

Baca Juga

Dok. Pribadi

Obat Covid-19

👤FX Wikan Indrarto Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S-3 UGM 🕔Jumat 04 Desember 2020, 02:10 WIB
TELAH dilakukan sebuah penelitian yang membandingkan efek beberapa jenis pengobatan untuk penyakit Coronavirus disease 2019...
Dok. MI

Membangun Infrastruktur dan Peradaban Bangsa

👤Nirwono Joga Pusat Studi Perkotaan 🕔Jumat 04 Desember 2020, 02:05 WIB
TEPAT 3 Desember kemarin, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) merayakan Hari Bakti PU-Pera...
DOK PRIBADI

Kepemimpinan Transformasional dan Kecerdasan Emosi

👤Dr. Lisa GraciaKailola, S.Sos., M.Pd, Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, lisa.gracia@uki.ac.id 🕔Kamis 03 Desember 2020, 10:02 WIB
Riset dan kajian ilmiah yang berkembang dua dekade belakangan ini menunjukkan beberapa fakta bahwa kesuksesan seseorang tidak sepenuhnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya