Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Antusiasme F1 Tumbuh di Indonesia

Budi Ernanto
31/3/2026 11:24
Antusiasme F1 Tumbuh di Indonesia
Nonton bareng Japanese Grand Prix 2026 digelar di Kemang Cage café.(DOK MOBIL)

SEBUAH kegiatan nonton bareng Japanese Grand Prix 2026 digelar di Kemang Cage café sebagai bentuk perayaan bagi para penggemar motorsport dan komunitas otomotif. Acara ini dirancang bukan sekadar untuk menyaksikan balapan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antar komunitas yang memiliki minat sama terhadap dunia balap.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas otomotif, penggemar Formula 1, hingga mitra seperti bengkel dan distributor. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan sekaligus memperkuat ekosistem otomotif di Indonesia.

Japanese Grand Prix sendiri dikenal sebagai salah satu seri paling menantang dalam kalender Formula 1, dengan karakter lintasan yang teknis serta persaingan yang ketat. Momen ini dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif, sekaligus mempererat hubungan antara brand, komunitas, dan penggemar.

Dukungan terhadap tim Oracle Red Bull Racing dan pembalap Max Verstappen juga menjadi bagian dari narasi acara, terutama karena keduanya identik dengan performa tinggi dan konsistensi di lintasan.

“Acara nonton bareng ini tidak hanya menjadi wadah untuk menikmati balapan, tetapi juga bagian dari perjalanan Mobil bersama para mitra, komunitas, dan penggemar motorsport. Kami percaya bahwa setiap perjalanan berarti, dan hal itu tercermin dalam komitmen kami menghadirkan inovasi yang konsisten. Melalui dukungan kepada Tim Oracle Red Bull Racing dan teknologi Mobil 1, kami menghadirkan performa tinggi sekaligus perlindungan yang membantu menjaga mesin tetap prima sepanjang perjalanannya,”ujar Rommy Averdy Saat, Market Development General Manager PT EMLI.

Keterlibatan komunitas menjadi elemen utama dalam kegiatan ini. Para peserta tidak hanya menyaksikan balapan bersama, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai strategi tim, performa pembalap, hingga teknologi pelumas yang digunakan dalam dunia balap.

Pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi para penggemar, karena mereka dapat berbagi perspektif sekaligus memperluas wawasan mengenai aspek teknis di balik balapan Formula 1.

Bagi penyelenggara, interaksi langsung dengan komunitas menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pengguna dan penggemar otomotif.

Perkembangan minat masyarakat Indonesia terhadap Formula 1 juga menjadi sorotan dalam acara ini. Antusiasme yang terus meningkat menunjukkan bahwa motorsport kini telah menjadi bagian dari budaya populer yang berkembang.

“Sebagai seseorang yang sudah mengikuti Formula 1 sejak awal tahun 90-an, saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat Indonesia tumbuh luar biasa dari waktu ke waktu. Apa yang dulu berawal dari kecintaan pribadi terhadap balap, kini telah menjadi perjalanan panjang yang membentuk budaya dan kebersamaan para penggemar. Dengan dukungan Mobil, kami bisa menghadirkan pengalaman yang semakin matang dan autentik bagi para penggemar. Tidak hanya menyaksikan balapan, tetapi merayakan perjalanan panjang motorsport yang terus menginspirasi generasi baru pecinta F1.” ujar Agung, pendiri Indonesia Formula One Society.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan panjang motorsport di Indonesia tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang terbentuknya komunitas dan identitas bersama di antara para penggemar.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai inovasi dalam produk pelumas yang dirancang untuk mendukung performa kendaraan, baik dalam kondisi ekstrem maupun penggunaan harian.

Produk-produk tersebut dikembangkan dengan fokus pada perlindungan mesin, efisiensi, serta menjaga performa tetap optimal dalam jangka panjang. Selain itu, akses terhadap produk juga semakin mudah melalui jaringan layanan dan platform digital.

Melalui kegiatan seperti ini, terlihat bahwa hubungan antara brand, teknologi, dan komunitas tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam membangun pengalaman otomotif yang lebih luas dan berkelanjutan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya