Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Langit malam di Livigno Snow Park, Italia, menjadi saksi sejarah ketika seorang pemuda berusia 21 tahun asal Okayama, Jepang, meluncur deras dari ketinggian. Dengan putaran yang nyaris mustahil diikuti mata telanjang, Kira Kimura berhasil mendarat dengan sempurna dan mengamankan medali emas pertama bagi Jepang di cabang snowboard Big Air putra pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah puncak dari evolusi teknis yang panjang dan dedikasi luar biasa dari seorang atlet yang sebelumnya dianggap sebagai "underdog" di tim nasional Jepang yang sangat kompetitif.
Lahir pada tahun 2004, Kira Kimura tumbuh di lingkungan yang tidak biasa bagi seorang peseluncur salju papan atas. Berbeda dengan atlet lain yang menghabiskan seluruh waktu mereka di gunung salju, Kimura banyak mengasah kemampuannya di fasilitas dry slope dan menggunakan kantong udara (air bag) raksasa di Jepang.
Latar belakangnya di bidang akrobatik dan senam memberikan keuntungan mekanis yang besar. Kimura memiliki kesadaran spasial yang luar biasa saat berada di udara, sebuah kemampuan krusial untuk melakukan rotasi kompleks dalam snowboarding modern.
Dunia seluncur salju mengenal Kira Kimura melalui keberaniannya melakukan teknik ekstrem. Di final Olimpiade 2026, Kimura mencatatkan skor tertinggi 90.50 pada putaran terakhirnya melalui teknik Switch Backside 1980 Mute Grab.
Teknik ini melibatkan putaran sebanyak lima setengah kali di udara dengan posisi awal yang berlawanan dari arah luncuran normal (switch). Keberhasilannya mengeksekusi trik ini dengan pendaratan yang sangat bersih membuatnya unggul dari rekan senegaranya, Ryoma Kimata, dan juara bertahan asal Tiongkok, Su Yiming.
| Peringkat | Atlet | Negara | Total Skor |
|---|---|---|---|
| 1 (Emas) | Kira Kimura | Jepang | 179.50 |
| 2 (Perak) | Ryoma Kimata | Jepang | 171.50 |
| 3 (Perunggu) | Su Yiming | Tiongkok | 168.50 |
Sebelum meraih kejayaan di Milano Cortina, Kimura telah menunjukkan tanda-tanda dominasi sebagai pemenang FIS Crystal Globe 2023/2024. Salah satu faktor yang membedakan Kimura adalah metode latihannya di Jepang yang memiliki lebih dari 20 fasilitas latihan air bag.
Fasilitas ini memungkinkan para atlet mencoba trik berbahaya sepanjang tahun tanpa risiko cedera berat. Kimura menyebutkan bahwa persiapan offseason yang matang dan bantuan pelatih teknis yang detail adalah kunci mengapa ia bisa tampil tanpa beban di panggung sebesar Olimpiade.
Kira Kimura bukan hanya seorang juara; ia adalah representasi dari era baru snowboarding yang mengedepankan presisi teknis dan inovasi latihan. Dengan usia yang masih sangat muda, Kimura diprediksi akan terus mendominasi podium internasional hingga Olimpiade berikutnya.
Simak kronologi sukses Kira Kimura meraih emas Big Air Olimpiade 2026. Dari bangkit pasca-cedera hingga taklukkan seluncur salju Olimpiade musim dingin 2026 Milano Cortina.
Roland Fischnaller mencatat sejarah di Olimpiade 2026. Di usia 45 tahun, ia meraih emas pertama untuk Italia di cabang snowboard Parallel Giant Slalom.
Detik-detik kemenangan Roland Fischnaller di final Parallel Giant Slalom Olimpiade 2026. Italia unggul tipis 0,15 detik atas Austria di Livigno.
Italia raih medali emas perdana di Olimpiade Musim Dingin 2026 lewat cabang seluncur salju. Kemenangan ini menjadi momentum besar bagi kontingen tuan rumah.
Italia raih medali perdana di cabang seluncur salju (snowboard) Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina melalui nomor Parallel Giant Slalom.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved