Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Bungkam Unggulan Kedua Malaysia Terbuka 2026, Ana/Trias: Rasa Sakit Final SEA Games Jadi Motivasi

Khoerun Nadif Rahmat
08/1/2026 14:45
Bungkam Unggulan Kedua Malaysia Terbuka 2026, Ana/Trias: Rasa Sakit Final SEA Games Jadi Motivasi
Pemain bulu tangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.(Dok. Antara)

KEJUTAN besar tercipta di babak 16 besar Malaysia Terbuka 2026. Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, tampil heroik dengan menumbangkan unggulan kedua sekaligus wakil andalan tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. 

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (8/1), Ana/Trias menang dua gim langsung 26-24, 21-17.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket perempat final, melainkan momentum "pecah telur" bagi Ana/Trias setelah selalu menemui jalan terjal saat bertemu Pearly/Thinaah.

Motivasi berlipat diakui Ana muncul dari memori pahit di final SEA Games silam, saat kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja.

"Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul tapi tersusul dan akhirnya kalah. Rasa sakit itu kami ingat dan menjadi tambahan motivasi agar hal tersebut tidak terulang lagi hari ini," ungkap Ana.

Ketangguhan mental Ana/Trias diuji hebat pada gim pertama. Sempat unggul jauh 11-1 di interval, mereka sempat kehilangan momentum hingga lawan memaksakan setting. Namun, arahan pelatih Karel Mainaky agar tetap menjaga fokus menjadi kunci bagi mereka untuk tetap tenang di poin-poin kritis.

Meilysa menambahkan, saat terjadi kejar-mengejar angka di fase krusial, mereka hanya menanamkan prinsip pantang menyerah. 

"Kami hanya berpikir untuk terus mengejar bola. Selama belum jatuh, permainan harus lanjut. Alhamdulillah, kami bisa mengambil gim pertama dan berlanjut di gim kedua," jelas Trias.

Memasuki gim kedua, Ana/Trias yang berada di posisi menang angin tampil lebih agresif. Mereka tidak memberikan ruang bagi Pearly/Thinaah untuk bangkit. 

Strategi bermain "nekat" dan berani melakukan spekulasi pukulan terbukti ampuh meredam tekanan publik tuan rumah.

"Kami mencoba lebih nekat lagi. Saling mengingatkan untuk terus bermain berani karena di poin kritis tidak boleh terlalu hati-hati. Jika ragu-ragu, pukulan justru tidak maksimal," pungkas Ana. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya