Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

KKI Punya 9,5 Juta Anggota, Oesman Sapta: Ini Kebangkitan Karate Indonesia

Golda Eksa
14/12/2025 21:42
KKI Punya 9,5 Juta Anggota, Oesman Sapta: Ini Kebangkitan Karate Indonesia
Ketua Umum PP KKI Oesman Sapta Odang (tengah) memberikan keterangan pers usai pengukuhan pengurus KKI periode 2025-2030 .(KKI)

PENGURUS Pusat (PP) Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) periode 2025-2030 resmi dikukuhkan di Oso Sports Center, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/12).

Pengukuhan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Pembina KKI, Aburizal Bakrie, Guru Besar KKI asal Jepang Sensei Matsuzaki, Dewan Guru, Dewan Sabuk Hitam KKI, serta seluruh pengurus provinsi KKI se-Indonesia.

Kepengurusan periode 2025-2030 ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 01/PP-KKI/X/V/2025. Di jajaran Dewan Pembina, terdapat nama-nama besar seperti Aburizal Bakrie, Jenderal Agus Subiyanto, dan Komjen (Purn) Gories Mere. Sementara itu, Dewan Penasihat diisi oleh Sangga Rustandi, Mayjen (Purn) Suyanto, Mayjen (Purn) Moch Takuyasa Wiriawan, dan Mayjen (Purn) Abdul Salam.

Terpilih Aklamasi
Oesman Sapta Odang (Oso) terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP KKI untuk kali keenam. Dalam kepengurusan kali ini, ia didampingi oleh Jenderal Mayjen TNI (Purn) Gregorius Henu Basworo sebagai Sekretaris Jenderal dan Hendri Wijaya sebagai Bendahara Umum. Posisi Guru Besar dipegang oleh Souke Horyu Shinya Matsuzaki.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera Pataka KKI dari Aburizal Bakrie kepada Ketua Umum Oesman Sapta, setelah seluruh jajaran pengurus menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas.

Dalam sambutannya, Oso menyatakan momen pelantikan ini sebagai "hari kebangkitan KKI." Ia bangga atas perjalanan KKI yang telah berusia 58 tahun dan telah memberikan banyak kontribusi bagi bangsa di kancah nasional maupun internasional.

"Saya bangga kepada kalian semua. Utamanya, yang datang dari berbagai daerah. Saat ini, KKI sudah berusia 58 tahun. Sejak didirikan hingga sekarang, kita punya 9,5 juta anggota," kata Oso.

Oso mengenang masa awal berdirinya KKI, di mana latihan pertama dilakukan di rumah Aburizal Bakrie di Bandung. KKI, yang didirikan dengan kepengurusan awal dipimpin oleh Letjen Sarwo Edhi Wibowo dan Mayjen Seno Hartono, sempat menjadi bela diri resmi RPKAD (cikal bakal Kopassus).

Saat ini, KKI diklaim sebagai organisasi karate terbesar di Asia Tenggara. Oso berharap KKI terus berperan aktif dalam membangun bangsa dengan mendidik anak-anak Indonesia agar berdisiplin dan berolahraga.

"KKI mendidik untuk sehat, tumbuh, dan memberi sumbangan prestasi kepada keluarga dan bangsa," imbuh mantan Ketua DPD RI periode 2017-2019 itu.

Secara khusus, Oso meminta jajaran KKI untuk berperan aktif dalam mencegah dan melindungi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. KKI bahkan disebut memiliki program dan pelatihan perlindungan anak dari narkoba sejak usia delapan tahun."Mari lindungi generasi bangsa kita dari narkoba," serunya.

Selain itu, ia berpesan agar KKI menjalin kerja sama dan kompetisi yang sehat dengan aliran karate lain, seraya menjunjung tinggi aturan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Oso juga bangga karena Oso Sport Center, yang merupakan dojo KKI, telah mendapat penghargaan dari MURI sebagai dojo karate terbesar di dunia, yang diresmikan oleh Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011.

"Teruslah berprestasi. Jangan pernah takut. Keberanian harus pakai hati nurani," pesan Oso. Ia juga menekankan pentingnya anggota KKI untuk menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai kebangsaan, serta memegang teguh solidaritas organisasi dan kekeluargaan.

Patriot Sejati
Sementara itu, Aburizal Bakrie turut mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan KKI yang kini memiliki 9,5 juta anggota, dari awalnya hanya sekitar 20 orang. Ia mengajak KKI bersama aliran lain untuk meningkatkan peran dalam memajukan bangsa.

"KKI harus berguna bagi bangsa Indonesia. KKI harus melahirkan patriot sejati, yang cinta kepada rakyat dan bangsa ini. Banggalah jadi bangsa Indonesia. Mari berjuang untuk bangsa ini lebih baik," tutup Aburizal. (P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya