Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menyuarakan harapannya untuk tampil di nomor perseorangan SEA Games 2025 Thailand. Ambisi ini muncul setelah ia mencatatkan penampilan meyakinkan yang krusial bagi tim Indonesia di babak semifinal beregu putra.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed ini menegaskan bahwa performa terbaiknya di nomor beregu merupakan langkah awal untuk mengamankan tempat di ajang individu.
“Pastinya ingin menunjukkan performa terbaik agar bisa dibawa ke nomor perseorangan,” kata Ubed, Senin (8/12).
Tampil di partai ketiga semifinal beregu putra di Gymnasium 4 Thammasat University, Pathum Thani, Ubed menghadapi Jason Teh Jiang Heng dari Singapura.
Ubed tampil dominan dan sukses mengandaskan lawannya dua gim langsung dengan skor telak 21-2 dan 21-13. Kemenangan ini sangat vital, membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 dari Singapura.
Ubed menceritakan bahwa debutnya di pesta olahraga Asia Tenggara ini tidak membuatnya tegang. Pengalaman di kompetisi besar sebelumnya menjadi modal berharga.
“Cukup senang pertama main di SEA Games dan bisa kasih poin untuk Indonesia. Debut di Piala Sudirman pertengahan tahun ini bikin saya lebih bisa menguasai ketegangan di laga pertama tadi,” ujarnya.
Pebulu tangkis muda Merah Putih itu mengakui bahwa kemenangan ini adalah hasil dari persiapan matang dan strategi yang tepat. Ia berhasil mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.
“Syukur alhamdulillah bisa diberikan permainan yang sangat baik dan dihindarkan dari cedera. Dari awal sudah mengontrol tempo dan mengantisipasi pola dia yang pasti mau mempercepat tempo. Tidak menyangka bisa menang jauh, tapi dari awal sudah koordinasi dengan pelatih untuk fokus menjaga pola permainan,” ungkap Ubed.
Motivasi Ubed juga didorong oleh evaluasi dari pertemuan sebelumnya melawan Jason, di mana ia sempat menelan kekalahan.
Secara keseluruhan, Indonesia memastikan tiket final beregu putra setelah mengalahkan Singapura dengan skor akhir 3-1.
Selain poin dari Ubed, kemenangan juga disumbangkan oleh ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani yang menang 21-18, 18-21, dan 21-10, serta pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang menundukkan lawannya 21-12 dan 21-19.
Satu-satunya poin kekalahan didapatkan oleh tunggal putra Alwi Farhan, yang harus mengakui keunggulan Loh Kean Yew 15-21, 21-14, dan 8-21.
Indonesia kini bersiap menghadapi tuan rumah Thailand di babak final.
Ubed menyatakan kesiapannya untuk berjuang habis-habisan jika kembali dipercaya turun. Lebih jauh, ia berharap bisa dipilih untuk nomor perseorangan, yang mana setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan dua wakil.
“Sejauh ini belum ditentukan siapa yang akan tampil di nomor perseorangan. Tapi saya akan berusaha yang terbaik bila diberi kesempatan,” tutupnya.
Ubed bersaing dengan beberapa nama lain di sektor tunggal putra Indonesia, termasuk Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcellyno, dan Prahdiska Bagas Shujiwo, untuk memperebutkan dua slot di nomor individu. (Ant/Z-1)
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Tim para panahan Indonesia berhasil menciptakan kejutan di ajang ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Presiden Prabowo mengumumkan kenaikan pangkat Rizki Juniansyah menjadi Kapten TNI AL. Simak perjalanan kariernya dari emas Olimpiade Paris 2024 hingga rekor dunia SEA Games 2025
Amri/Nita tampil solid sejak awal laga untuk menyudahi perlawanan Wassink/Jille melalui permainan dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-13 dan 21-12.
Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.
Tampil sebagai unggulan ketiga, Leo/Bagas menyudahi perlawanan Labarthe/Ronget melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-16 di Orleans Masters.
Sebelumnya, masalah kapalan di tangan Nikolaus sempat menjadi kendala serius yang mengganggu performanya dalam beberapa turnamen terakhir.
Dejan/Bernadine melaju ke 16 besar Orleans Masters usai menundukkan wakil India, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto, melalui permainan dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-18.
Indonesia hadapi tantangan berat di Grup D Piala Thomas 2026 bersama Prancis & Thailand. Simak hasil lengkap undian Piala Thomas dan Uber 2026 di Denmark.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved