Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil meraih gelar juara di ajang bergengsi BWF World Tour Super 1000 China Open (Tiongkok Terbuka) 2025.
Mereka menundukkan pasangan asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam laga final yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Tiongkok, Minggu (27/7).
Fajar/Fikri tampil meyakinkan sejak awal laga dan menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung, 21-15 dan 21-14, hanya dalam 34 menit.
Pada gim pertama, mereka langsung unggul jauh 9-1 dan mempertahankan keunggulan hingga interval 11-2.
Meski lawan sempat mendekat di angka 13-16, pasangan Indonesia tetap mengontrol permainan dan mengamankan gim pertama.
Pola serupa terjadi di gim kedua, di mana Fajar/Fikri terus mendominasi dengan strategi agresif dan koordinasi solid, hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan.
Setelah pertandingan, Fajar menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini.
"Alhamdulillah sangat bersyukur bisa menyelesaikan dua turnamen ini dengan hasil yang lumayan baik," kata Fajar dalam keterangannya Minggu (27/7).
"Semoga dengan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri kami berdua ke depannya," ucapnya.
Dia juga mempersembahkan gelar ini untuk Indonesia, PBSI, para pelatih, serta pendukung yang terus memberi semangat. Secara khusus, Fajar mendedikasikan kemenangan ini untuk mendiang Kang Iie Sumirat, legenda bulu tangkis Indonesia asal Bandung yang baru saja wafat.
Mengenai permainan, Fajar menilai strategi mereka tidak banyak berubah sejak babak awal hingga final, dengan fokus pada permainan depan karena kondisi lapangan yang berangin dan shuttlecock yang cepat.
Sementara itu, Fikri menyebut kunci kemenangan mereka adalah kepercayaan diri, komunikasi dengan Fajar dan pelatih, serta persiapan yang matang.
“Saya tidak menyangka bisa juara, tidak tahu mau bicara apa,” ungkapnya.
Menariknya, Fajar dan Fikri merupakan pasangan baru dalam turnamen ini. Mereka dipasangkan karena partner masing-masing tidak dapat bertanding.
Fajar tak didampingi Rian Ardianto karena urusan keluarga, sementara Fikri menggantikan Daniel Marthin yang masih dalam masa pemulihan cedera.
Kemenangan ini menjadi satu-satunya gelar yang berhasil dibawa pulang Indonesia dari turnamen Tiongkok Terbuka 2025, sekaligus menjadi trofi Super 1000 pertama bagi pasangan Fajar/Fikri sepanjang musim ini. (Fer/I-1)
GANDA putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti di babak semifinal Malaysia Open 2026. Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (10/1), Fajar/Fikri akui keunggula
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
FAJAR Alfian menatap peluang meraih hasil lebih baik pada BWF World Tour Finals 2025 dengan pasangan barunya, Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri menyebut performa Raymond/Joaquin sebagai harapan baru bagi keberlanjutan tradisi kuat sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Indonesia memastikan setidaknya dua gelar dari turnamen bulu tangkis Super 500 Australian Terbuka 2025 setelah tercipta all-Indonesian final pada sektor ganda putri dan ganda putra.
LEGENDA bulu tangkis Indonesia Iie Sumirat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legok Ciseureuh, Kota Bandung, Jawa Barat.
KABAR duka menyelimuti dunia bulu tangkis Indonesia. Salah satu legenda besar Tanah Air, Iie Sumirat, berpulang pada Selasa (22/7).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved