Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, menyadari akan sulit untuk menjadi juara dunia bersama tim pabrikan Aprilia Racing. Ia mengatakan targetnya di Moto GP 2025 bukanlah menjadi juara dunia, melainkan bisa bersaing dengan konsisten.
“Saat ini yang penting adalah terus maju. Membawa Aprilia untuk bertarung memperebutkan gelar tidak akan mudah, jadi ambisi untuk musim baru bukanlah juara dunia,” ujar Martin.
Jika musim ini berjalan dengan baik, ia mengatakan mungkin di 2026, target juara bisa ditetapkan.
“Kesempatan itu mungkin muncul paling cepat pada 2026, tetapi untuk saat ini, saya hanya harus berusaha melakukan yang terbaik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Martin mengakui bahwa adaptasi di atas motor RS-GP masih menjadi tantangan sekaligus alasan utama mengapa ia belum mengincar gelar tinggi bersama Aprilia Racing di MotoGP tahun ini.
“Tantangannya sangat besar karena saya mengendarai motor yang berada di Top 10, setelah sebelumnya mengendarai salah satu motor di posisi teratas,” imbuh Martin.
Adapun Martin menandatangani kontrak multitahun bersama Aprilia Racing setelah Ducati mempromosikan juara dunia delapan kali Marc Marquez ke tim pabrikan bersama juara dunia dua kali Francesco Bagnaia. Setelah memenangi kejuaraan untuk Ducati bersama Pramac tahun lalu, Martin akan menghadapi tahun untuk mempertahankan gelarnya dengan RS-GP yang berada di posisi ketiga dalam tabel konstruktor pada 2024.
Di sisi lain, Martin adalah juara dunia pertama yang berganti pabrikan untuk mempertahankan gelar tertinggi sejak Valentino Rossi pada 2004 ketika ia pindah dari Honda ke Yamaha. Aprilia akan memulai musim 2025 pada 16 Januari di Milan, di mana Martin diperkirakan akan menggunakan nomor motor 1 pada RS-GP miliknya tahun ini. (Ant/Z-11)
Karakter Marco Bezzecchi yang ceria namun penuh determinasi sangat cocok dengan semangat yang diusung oleh tim Aprilia Racing.
Marco Bezzecchi meraih kemenangan di GP Valencia dan membawa Aprilia mencatat finis 1-2 pertama sejak 2023.
Pembalap Aprillia Racing Jorge Martin dihukum dua long lap penalty saat tampil di GP Valencia yang akan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (16/11).
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat di GP Portugal, yang berlangsung di Sirkuit Algarve, Portimao, Minggu (9/11).
Marco Bezzecchi tampil impresif dengan menyalip rekan sesama pembalap Aprilia, Raul Fernandez, untuk memenangkan Sprint MotoGP Australia 2025.
Kecelakaan terjadi di tikungan pertama ketika Martin terjatuh dan menabrak motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Pembalap Aprilia Jorge Martin, sebelumnya, absen karena menderita patah tulang selangka kanan ketika bersaing di sprint race yang berlangsung di Sirkuit Motegi.
Setelah finis ketiga di sesi Sprint Race GP Portugal, Marco Bezzecchi mampu memperbaiki strategi dan tampil dominan di balapan utama di Sirkuit Portimao.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved