Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI besar menyelimuti markas Aprilia Racing menjelang bergulirnya musim MotoGP 2026. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, meyakini timnya kini memiliki modal yang lebih dari cukup untuk memutus dominasi panjang Ducati yang telah menguasai panggung kelas utama dalam beberapa tahun terakhir.
Optimisme Rivola bukan tanpa alasan. Kepercayaan diri tim asal Noale, Italia ini berakar dari performa impresif yang mereka tunjukkan sepanjang musim 2025.
Aprilia berhasil menutup musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin. Hal itu merupakan pencapaian tertinggi mereka sejak bergabung di MotoGP, sekaligus kali pertama Aprilia melampaui ambang 400 poin dalam satu musim.
"Kami menghadapi musim 2026 dengan kesadaran penuh tentang siapa kami dan ke mana kami ingin menuju," ujar Rivola sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP.
Rivola menegaskan bahwa fondasi kuat yang dibangun pada tahun lalu menjadi batu loncatan untuk target yang lebih agresif.
"Kami datang dari musim 2025 yang solid yang memungkinkan kami mencapai tingkat daya saing yang sangat tinggi, dan tujuan kami sekarang adalah untuk bertarung di setiap balapan," tambahnya.
Keunggulan Aprilia musim ini juga didukung oleh komposisi pembalap yang kompetitif. Marco Bezzecchi tampil gemilang musim lalu dengan finis di peringkat ketiga klasemen akhir pembalap (353 poin), hanya berada di belakang dominasi Marc Marquez dan Alex Marquez.
Selain konsistensi Bezzecchi, Aprilia dipastikan akan diperkuat kembali oleh jawara dunia musim 2024, Jorge Martin.
Martin yang sebelumnya sempat absen karena fokus pada pemulihan cedera, kini siap tancap gas di atas motor terbaru mereka, RS-GP26.
Mengenai strategi tim, Rivola menjelaskan akan menerapkan dua pendekatan berbeda di garasi mereka.
"Di satu sisi, kami ingin melanjutkan dari level yang sama seperti yang kami capai di akhir musim lalu bersama Marco, dan di sisi lain, kami akan membangun banyak hal bersama Jorge," jelas Rivola.
Terkait aspek teknis, manajemen Aprilia menaruh harapan besar pada pengembangan motor terbaru mereka yang diyakini mampu menempel ketat kecepatan Ducati.
"Kami sangat percaya pada RS-GP26 dan kami yakin bahwa motor ini memiliki potensi besar, begitu pula para pembalap kami," tegas pria asal Italia tersebut.
Ujian pertama bagi ambisi Aprilia ini akan tersaji dalam waktu dekat. Seluruh kru tim dan pembalap dijadwalkan akan turun ke lintasan untuk menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari mendatang.
Hasil tes ini akan menjadi indikator awal sejauh mana RS-GP26 mampu mengancam hegemoni Ducati di musim 2026. (Ant/Z-1)
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Pembalap Aprilia Jorge Martin, sebelumnya, absen karena menderita patah tulang selangka kanan ketika bersaing di sprint race yang berlangsung di Sirkuit Motegi.
Setelah finis ketiga di sesi Sprint Race GP Portugal, Marco Bezzecchi mampu memperbaiki strategi dan tampil dominan di balapan utama di Sirkuit Portimao.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved