Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menginginkan Indonesia mendapatkan medali Olimpiade dari cuma beberapa cabang olahraga seperti bulu tangkis, angkat besi dan panjat tebing.
"Saya harapkan, ke depan bulu tangkis kembali pada performa puncaknya sehingga tradisi bulu tangkis selalu memberikan medali emas kepada Indonesia pada Olimpiade kembali mereka dapatkan," kata Ketua Umum KONI Marciano Norman seperti dilansir dari Antara, Minggu (8/9).
"Panjat tebing sekarang sudah menunjukkan kemampuannya, ini harus dipertahankan. Kemudian angkat besi sudah pecah tradisi yang (sebelumnya) hanya perak perunggu, sekarang mereka sudah dapat emas," imbuhnya.
Baca juga : KONI Optimistis Purwoko Aji Prabowo Gairahkan Modern Pentathlon Indonesia
Marciano lalu menyebutkan panahan berpotensi menjadi penyumbang medali Indonesia, setelah pada Olimpiade Seoul 1988 menjadi penyumbang medali Olimpiade pertama bagi Indonesia.
Dia meminta Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) memberikan perhatian khusus kepada pembinaan atlet-atlet panahan. "Sehingga pada Olimpiade berikutnya, panahan juga bisa menjadi salah satu kontributor medali untuk Indonesia," kata Marciano.
Menurut dia, Indonesia juga bisa berharap kepada atletik, senam, menembak, dan renang mengingat keempat cabang olahraga ini mempertandingkan nomor pertandingan yang banyak.
"Kalau saja kita bisa rebut dua, tiga, satu (medali), mereka pun juga ikut memberikan kontribusi medali kepada kontingen Indonesia sehingga perolehan medali kita yang naik secara signifikan, juga akan mengangkat peringkat itu secara signifikan," kata Marciano.
Pada Olimpiade Paris 2024 Indonesia mengumpulkan 2 medali emas dan 1 medali perunggu. Veddriq Leonardo menyumbangkan emas dari panjat tebing, Rizki Juniansyah mempersembahkan medali emas angkat besi kelas 73 kg putra, dan sebuah medali perunggu dari pebulu tangkis putri Gregoria Mariska Tunjung. (Z-6)
Indonesia juga mengirimkan atlet pada tiga nomor eksibisi yakni flying disc, tarik tambang, dan paralayang.
Sepak bola tidak menjadi cabor unggulan emas Indonesia di SEA Games 2025. Berikut cabang olahraga yang menjadi unggulan meraih medali emas
“Empat medali perunggu ini bukan hanya soal hasil, tapi bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh tim."
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) resmi mengesahkan enam cabang olahraga sebagai anggota baru. Pengesahan tersebut dilakukan pada Rapat Anggota Luar Biasa, Rabu (16/7).
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga otak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, pariwisata, serta menjadi ajang silaturahmi masyarakat dari berbagai wilayah.
Enam federasi penerima ditentukan melalui undian yang dilakukan dalam Rapat Anggota Tahunan KOI pada April lalu.
KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang diketuai Peter Layardi Lay.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved