Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan atlet angkat besi andalan Indonesia Rizki Juniansyah disegani oleh lawan-lawannya, termasuk pada Olimpide Paris 2024.
"Rizki telah menjadi buah bibir angkat besi, karena salah satu jagoan Indonesia ini menjadi atlet yang paling disegani, atlet yang paling ditakuti oleh lawan-lawannya. Dan itu yang benar, jadi atlet tuh di Olimpiade harus disegani dan ditakuti lawan," ujar Raja Sapta seperti dilansir dari Antara, Kamis (8/8).
Dia mengatakan, banyak pihak yang bertemu dengannya dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani mengaku mengetahui kemampuan Rizki dan sangat menantikan debutnya dalam Olimpiade di Paris.
Baca juga : Rizki Juniansyah Termotivasi Penampilan Eko Yuli
Lifter berusia 21 tahun itu memiliki nama besar dalam dunia angkat besi ketika meraih medali medali perak dan emas pada Kejuaraan Dunia 2022. Dia juga mencatatkan diri sebagai pemegang rekor dunia kelas 73 kg dalam Piala Dunia 2024 lewat total angkatan 365 kg di Phuket, Thailand.
"Rizki ini betul-betul jadi angin segar di Olimpiade ini, karena sangat ditunggu-tunggu penampilannya," ujarnya.
Rizki akan turun dalam kelas 73 kg putra Olimpiade Paris pada Kamis malam waktu Prancis atau Jumat waktu Indonesia.
Baca juga : Jelang Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah Ubah Pola Istirahat
Oktohari mengatakan, meskipun demikian, Rizki harus waspada, terutama mengantisipasi strategi wakil China Shi Zhiyong, yang merupakan juara Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020.
Dia berpesan kepada Rizki agar jangan terlalu memiliki rasa percaya diri berlebihan karena dalam Olimpiade semua hal di luar teknis bisa terjadi. "Jangan sampai over confidence, karena apa pun ceritanya ini adalah Olimpiade, dan di Olimpiade semuanya bisa terjadi," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Kita doakan yang terbaik untuk para atlet kita, karena saya yakin betul, baik itu Rizki, baik itu Bernard (atlet balap sepeda) apalagi Veddriq (atlet panjat tebing) itu semuanya atlet-atlet kebanggaan Indonesia, insya allah akan memberikan kita kebanggaan yang sangat besar di Olimpiade Paris".
Baca juga : Lifter Rizki Juniansyah Tak Menyangka Lolos ke Olimpiade Paris 2024
Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani mengungkapkan Rizki memiliki semangat yang cukup tinggi untuk berlaga pada Olimpiade Paris.
Sebagai langkah persiapan, kata dia, Rizky dan dua lifter lain (Eko Yuli Irawan dan Nurul Akmal) telah menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan di Montpellier, Prancis, yang berjarak cukup jauh dari Paris.
Ia mengatakan, manfaat yang dirasakan para atlet, termasuk Rizki dari pemusatan latihan tersebut.
Baca juga : Dua Lifter Tiongkok Sukses Pertahankan Gelar di Olimpiade Paris
Dia mengaku tidak hanya memperhatikan faktor teknis kesiapan atlet menjelang Olimpiade, namun juga faktor-faktor pendukung lain, seperti gizi dan psikologi supaya atlet bisa tampil maksimal.
"Faktor-faktor itu sudah kita masukkan, karena di Olimpiade ini faktor mental menjadi sangat penting. Rizki ini umurnya memang baru 21 tahun, semangat juga masih tinggi, yang penting tampil terbaik, ada strateginya, karena kita harapkan puncaknya ada di Olimpiade ini," imbuhnya.
Rosan meminta dukungan doa masyarakat Indonesia agar Rizki meraih medali emas pada kompetisi olahraga tertinggi dunia di Paris. (Z-6)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Selain memastikan emas, Rizki juga menorehkan prestasi tambahan dengan memecahkan rekor dunia melalui angkatan clean and jerk 205 kilogram pada SEA Games Thailand 2025.
Lifter Rizki Juniansyah mengatakan pengangkatan itu mewujudkan keinginannya untuk menjadi anggota TNI, yang mulai muncul sejak usia 17 tahun.
Di SEA Games Kamboja 2023, tim angkat besi Indonesia meraih lima medali emas dan kini diharapkan mampu meningkat minimal menjadi tujuh hingga delapan medali.
Sejauh ini, Indonesia baru mengetahui kekuatan Thailand, sedangkan negara lain seperti Vietnam, Myanmar, dan Malaysia belum bisa dipetakan secara pasti.
Lewat persiapan matang dan motivasi tinggi, Rizki Juniansyah berharap dapat kembali mengharumkan nama Indonesia lewat angkatan terbaiknya di SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved