Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Petenis peringkat tiga dunia, Jannik Sinner, bakal berhadapan dengan Grigor Dimitrov pada laga final Miami Terbuka. Ia melaju ke final setelah mengandaskan perlawanan Daniil Medvedev dengan skor 6-1, 6-2.
Petenis peringkat tiga dunia itu akan tampil di final Miami ketiganya dalam empat tahun terakhir. Pada dua final sebelumnya, ia kalah dari Hubert Hurkacz pada 2021 dan kemudian Medvedev tahun lalu.
"Pertama kali saya datang ke sini, saya mencapai final dan saya tidak bisa tidur pada malam sebelumnya. Kali kedua, yaitu tahun lalu, saya merasa santai karena saya telah melalui periode di mana saya sudah memiliki pengalaman (ini). Sekarang saya adalah pemain yang berbeda, orang yang berbeda. Saya akan menanganinya dengan harapan sedikit lebih baik lagi," ujar Sinner.
Baca juga : Miami Terbuka 2024: Lolos ke Final, Sinner Membidik Gelar Juara
Ia mengaku gugup dalam menghadapi laga final. Perasaan itu muncul karena itu khawatir tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan untuk bermain demi sebuah gelar.
Adapun, lawannya, Grigor Dimitrov telah membuktikan bahwa ia tidak takut pada siapa pun. Petenis Bulgaria itu datang ke Miami dengan menyandang peringkat 12 dunia, namun berhasil mengalahkan tiga petenis 10 besar dalam perjalanannya menuju final, yakni Hurkacz, Alexander Zverev dan petenis nomor dua dunia Carlos Alcaraz.
Dimitrov mengaku sangat senang dengan caranya meraih kemenangan-kemenangan itu.
"Saya pikir konsistensi untuk mengalahkan pemain-pemain top, bagi saya adalah kesuksesan yang jauh lebih besar daripada apa pun. Jika Anda melakukan itu, Anda akan mendapatkan peringkat. Jika Anda melakukan itu, segalanya akan menjadi lebih baik bagi Anda. Namun untuk melakukannya, Anda membutuhkan disiplin, kerja keras, dan semua dedikasi," imbuhnya. (AFP/Z-11)
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
Jannik Sinner sempat kesulitan di awal laga akibat cedera ringan pada siku kanannya usai tergelincir di lapangan. Namun, perhatian utama justru tertuju pada kondisi Grigor Dimitrov.
Grigor Dimitrov, unggulan ke-19 asal Bulgaria, mengalami cedera otot dada kanan saat unggul 6-3, 7-5, dan 2-2 atas Jannik Sinner di laga 16 besar Wimbledon..
Dimitrov pernah mencapai peringkat 3 dunia pada 2017 dan mencapai hasil terbaiknya di Grand Slam di AS Terbuka, ketika ia mencapai semifinal pada 2019.
Bagi Jannik Sinner, ini merupakan kali pertama dirinya melaju ke semifinal Prancis Terbuka.
Juara Australia Terbuka, Jannik Sinner, yang sebelumnya finis sebagai runner-up di Miami Terbuka pada 2021 dan 2023, mengalahkan lawannya asal Bulgaria dengan skor 6-3 dan 6-1.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved