Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IGA Swiatek harus melalui perjuangan keras untuk mengalahkan Sloane Stephens di turnamen WTA di Dubai, Selasa (20/2).
Swiatek, yang memenangkan gelar ketiganya secara beruntun di Doha, Sabtu (17/2), dan mendapatkan bye di putaran pertama Dubai, harus bekerja keras untuk mengalahkan Stephens, yang merupakan mantan juara Amerika Serikat (AS) Terbuka, 6-4 dan 6-4 dalam pertarungan ketat yang menampilakn delapan pematahan sservis dan 23 break point.
"Kami telah menjalani sejumlah laga ketat. Saya hanya butuh sedikit lebih baik di momen penting itu karena saya gagal mengonversi beberapa break point. Namun, saya senang karena pada akhirnya bisa menang," ujar Swiatek, yang akan berhadapan dengan dua kali juara di Dubai Elina Svitolina di babak 16 besar.
Baca juga : Cedera, Pegula Absen di Tur WTA ke Timur Tengah
Sementara itu, unggulan kedua Aryna Sabalenka tersingkir di putaran kedua setelah kalah dari Donna Vekic dengan skor 6-7 (5/7), 6-3, dan 6-0.
Kekalahan Sabalenka itu terjadi di penampilan pertamanya usai dia menjadi juara Australia Terbuka, bulan lalu.
Sabalenka membuang keunggulan 7-6 dan 2-0 dan kalah di sembilan gim secara beruntun sebelum akhirnya menyerah dalam tempo 2 jam dan 22 menit. (AFP/Z-1)
Aryna Sabalenka tengah berusaha menjadi petenis putri ketujuh yang menjadi juara Australia Terbuka sebanyak tiga kali berturut-turut dan yang pertama sejak Martina Hingis pada 1999.
Aryna Sabalenka dan Sloane Stephens sudah empat kali bertemu yang semuanya dimenangkan Sabalenka, termasuk terakhir di Roland Garros 2023.
Petenis Amerika Serikat (AS) berusia 31 tahun, yang merupakan unggulan keenam, butuh waktu 2 jam dan 10 menit untuk meraih kemenangan.
Di perempat final Prancis Terbuka, Sabalenka akan berhadapan dengan Svitolina dalam laga yang sarat nuansa politik.
Teichmann, yang sebelumnya belum pernah mencapai pekan kedua turnamen Grand Slam, tidak bisa mengimbangi permainan Stephens dan menyerah dalam tempo 63 menit.
Aryna Sabalenka menunjukkan konsistensi yang luar biasa, tampil di sembilan final, juga yang terbanyak di tur, termasuk menjadi runner-up di dua Grand Slam.
Janice diharapkan apat melampaui torehan legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki.
Kesuksesan tersebut juga menjadikan Janice Tjen petenis Indonesia dengan peringkat tertinggi kedua dalam sejarah setelah mantan petenis peringkat 19 Yayuk Basuki.
Setelah liburan, Aldila Sutjiadi akan kembali ke lapangan untuk persiapan menghadapi SEA Games 2025 Thailand, dan melakukan latihan untuk tur WTA musim 2026.
Petenis Indonesia Janice Tjen sukses meraih gelar juara ganda WTA 250 Guangzhou Open 2025 bersama Katarzyna Piter asal Polandia.
Janice Tjen menjadi juara di Jinan Terbuka sehingga peringkat WTA-nya melesat 18 strip ke posisi 80 dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved