Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia akan bisa membalap di GP San Marino setelah dinyatakan fit untuk tampil di Misano Adriatico, Minggu (10/9), usai mengalami kecelakaan parah, akhir pekan lalu.
Pembalap Ducati itu terlempar dari motornya di belokan kedua GP Catalunya dan kemudian terlindas oleh Brad Binder saat terkapar di trek.
Kecelakaan itu tampaknya akan membuat Bagnaia akan absen di GP San Marino dan GP Rimini Riviera namun pembalap berusia 26 tahun itu secara ajaib tidak mengalami cedera serius.
Baca juga : Ini Alasan Tim Ducati Lenovo Pakai Livery Berbeda di GP San Marino
Pada Kamis (7/9), Bagnaia mendapatkan izin dari dokter untuk bertanding pada Minggu (10/9) sehingga dia bisa tampil di hadapan para pendukungnya.
"Kami akan membalap. Kami sudah berada di sini jadi tidak masuk akal jika kami hanya duduk dan menonton saja," ungkap Bagnaia di media sosial Ducati.
Bagnaia tengah memuncaki klasemen pembalap MotoGP dengan keunggulan 50 poin dari pembalap Pramac Racing Jorge Martin.
Sebelum mengalami kecelakaan di Montmelo, Bagnaia finis di peringkat dua besar di lima balapan sebelumnya, memenangkan tiga di antaranya, dan dijagokan untuk meraih gelar juara dunia keduanya. (AFP/Z-1)
Alex mengatakan bahwa target paling realistis musim ini adalah mempertahankan posisi runner-up klasemen.
Di GP San Marino, Alex Marquez naik podium usai finis di posisi ketiga setelah bersaing ketat dengan pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez dan pembalap Aprilia Marco Bezzecchi.
Dalam balapan MotoGP di Sirkuit Misano, Minggu (14/9) itu, Aldeguer finis urutan keenam dengan selisih waktu 16,069 detik di bawah pemenang balapan, pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez.
Marc Marquez menirukan selebrasi Lionel Messi dengan mengangkat jaket balap di podium,
Marc Marquez kini mengoleksi 512 poin atau unggul 182 angka atas adiknya, Alex Marquez.
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi memenangi sprint race GP San Marino 2025, Sabtu (13/9), melengkapi pencapaian posisi pole di balapan tersebut.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved