Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SKUAD ganda putra Indonesia mengevaluasi pekerjaan rumah usai gagal di Korea Terbuka 2023. Menatap Jepang Terbuka 2023 yang mulai bergulir Selasa (25/7) esok, tim pelatih menjaga kondisi dan memperbaiki mental.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Korea Terbuka keluar sebagai runner up gagal meraih gelar. Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, menyebut penampilan Fajar/Rian mulai bangkit. Pasalnya, melihat ke belakang penampilan Fajar/Rian di tiga turnamen sebelumnya tidak memuaskan.
"Di Korea permainan mereka sudah mulai kembali ke bentuk terbaik, percaya dirinya juga sudah balik, sudah bisa mengeluarkan kemampuan," ujar Aryono.
Baca juga : Ganda Putra Fajar/Rian Gagal Bawa Piala Korea Terbuka 2023
Namun, di laga final terutama di gim kedua dan ketiga, Fajar/Rian banyak melakukan kesalahan sendiri. Di gim pertama mereka bisa menerapkan strategi yang sudah disiapkan tapi di dua gim berikutnya ketika pasangan India menemukan ritme permainan, Fajar/Rian kurang sabar.
"Kami tim pelatih akan terus menjaga kondisi mereka, mengingat masih ada dua turnamen beruntun ke depan. Yang terpenting bagaimana fokusnya tetap dapat," ujarnya.
Untuk tiga pasangan lainnya, Leo/Daniel, Bagas/Fikri dan Pramudya/Yeremia, Aryono menilai memang harus dievaluasi.
Baca juga : Fajar/Rian ke Final Korsel Terbuka 2023
"Mereka tampil tidak pada levelnya, terlalu banyak melakukan unforced errors di lapangan. Dari sisi mental pertandingan juga harus dibangkitkan lagi. Semoga ke depan mereka bisa memberikan yang lebih baik," ungkapnya.
Dari 15 pemain/pasangan yang disiapkan, enam wakil Indonesia akan berstatus sebagai unggulan di Jepang Terbuka.
Dari total 15 wakil dipersiapkan, sebanyak enam amunisi akan menyandang status sebagai unggulan dalam turnamen tersebut.
Di tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi unggulan sedangkan di ganda pytra ada Fajar/Alfian dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Di tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung juga masuk unggulan sedangkan untuk ganda putri ada pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti. (Dhk/Z-7)
Keunggulan tersebut berhasil dijaga hingga Sabar/Reza menutup gim pertama dengan skor 21-13.
Febriana menyebut seluruh program latihan telah dicoba diterapkan di pertandingan meski konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah utama.
FINAL Australia Terbuka 2025 di nomor ganda putra saling mempertemukan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Quaycenter Sydney, Minggu (23/11).
GANDA putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terus menyempurnakan pola permainan terbaik mereka setelah menembus babak 16 besar Hylo Open 2025.
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, melaju ke semifinal French Open 2025 setelah menaklukkan Junaidi Arif/Roy King Yap.
Dalam partai final yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Minggu (19/10), Fajar/Fikri takluk dari wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 18-21, 21-15, dan 19-21.
Amri/Nita tampil impresif di BWF Super 500 Korea Terbuka 2025 dengan mencapai semifinal sebelum kalah dari wakil Tiongkok Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 20-22 dan 12-21.
Jonatan Christie menjadi juara Korea Terbuka usai mengalahkan pemain Denmark, Anders Antonesen, dengan 21-10, 15-21, dan 21-17 pada final di Suwon Gymnasium, Suwon, Minggu (28/9).
Bagi Jonatan, gelar ini terasa istimewa setelah ia sempat bergulat dengan cedera.
Jonatan berhasil meraih gelar pertamanya pada tahun ini.
Amri sendiri menekankan bahwa tampil di level tinggi menuntut fokus penuh sepanjang pertandingan.
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie memastikan satu tempat di final tunggal putra Korea Terbuka 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved