Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA pulang tanpa gelar dari ajang bulu tangkis Swiss Terbuka 2023 yang berlangsung hingga akhir pekan kemarin. PP PBSI mengalihkan fokus pada ajang Spain Masters 2023 yang mulai bergulir pekan ini.
Di ajang Swiss Terbuka pekan lalu, dua wakil Merah Putih sampai babak semifinal yakni di tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung kemudian ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia. Meski dinilai tampil maksimal, hasilnya dianggap belum memuaskan karena tak ada yang menembus final.
Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky mengungkapkan ketidakpuasannya lantaran tak ada titel yang bisa direbut pemain Indonesia di Swiss dan berharap di Spanyol bisa membuahkan hasil. Pada edisi terakhir 2021, Indonesia meraih empat gelar di Spanyol.
Baca juga : Gregoria Bersiap Tampil di Madrid Spain Masters
"Setelah gagal di Swiss, saya harapkan para pemain bisa lebih fokus ke turnamen berikutnya di Madrid, Spanyol. Lupakan kegagalan dan konsentrasi untuk tampil lebih bagus lagi untuk bisa menjadi juara di Spanyol," ungkap Rionny.
"Padahal, tahun lalu masih ada dua gelar (Swiss Terbuka) yang kita raih. Gregoria dan Apriyani/Fadia sudah tampil maksimal hingga ke semifinal. Sayang Apri harus mundur karena cedera bahu. Sedangkan Gregoria tidak bisa memanfaatkan kesempatan terbuka untuk lolos ke final," imbuhnya.
Baca juga : Fadia Minta Apri Fokus Pemulihan Sebelum Kualifikasi Olimpiade Paris 2024
Salah satu yang menjadi perhatian yaitu banyaknya pemain yang terkapar lantaran cedera. Di ajang itu, tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo mundur ketika berlaga melawan Viktor Axelsen di babak pertama.
Ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga mundur di tengah-tengah pertandingan perempat final karena cedera Rinov. Apriyani/Siti Fadia juga terhenti di semifinal lantaran cedera bahu Apriyani.
"Yang juga menjadi catatan saya adalah banyaknya pemain yang cedera. Chico cedera pada engkel kaki, Rinov di tangan, sementara Apriyani di bahu. Ketika dalam persiapan di Jakarta, mereka semua dalam kondisi baik dan fit," ucap Rionny.
"Apakah cedera ini terjadi karena intensitas pertandingan yang dijalani pemain yang demikian tinggi sejak All England lalu atau bagaimana, tentu akan kita cari akar permasalahannya bersama dokter dan pelatih," tambahnya.
Peluang untuk juara, kata Rionny, sebenarnya ada di pundak Gregoria namun akhirnya kalah 21-18, 13-21, 17-21 dari Pornpawee Chochuwong (Thailand) di semifinal.
"Seandainya Gregoria bisa menang dan lolos ke final, kans juara juga bertambah besar. Motivasinya pasti juga akan naik. Dan hasil bagus di Swiss ini tentu akan membawa pengaruh yang positif saat dia melanjutkan pertandingan ke Spanyol," ujar Rionny. (Z-5)
PBSI resmi menetapkan aturan baru melalui PO Nomor 012 tentang mekanisme magang, promosi, dan degradasi atlet Pelatnas. Simak syarat prestasi dan kriteria evaluasinya di sini.
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
OPTIMISME membumbung di kubu PBSI seiring dengan performa menjanjikan para pemain muda dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026.
Putri mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki ketika menghadapi pemain elite dunia.
PBSI pastikan tim nasional bulu tangkis Indonesia tetap berangkat ke Swiss Terbuka 2026 via Istanbul guna hindari dampak konflik Iran. Simak jadwal keberangkatannya.
Tim bulu tangkis Indonesia memilih National Badminton Centre di Milton Keynes untuk aklimatisasi sebelum tampil di All England 2026 di Utilita Arena Birmingham, 3–8 Maret.
Di final Swiss Terbuka, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan Supanida Katethong dalam permainan dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Alwi Farhan takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di final Swiss Terbuka
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Rachel/Febi menyerah di tangan pasangan Tiongkok Bao Li Jing/Luo Xu Min di putaran pertama Swiss Terbuka dengan skor 9-21 dan 19-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved