Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia MotoGP Francesco Bagnaia mengatakan memenangi sprint race pertama sepanjang sejarah di GP Portugal, Sabtu (25/3), sangatlah menyenangkan.
Bagnaia mengungguli sesama pembalap Ducati Jorge Martin dengan pole sitter Marc Marquez di posisi ketiga.
Ini merupakan kali pertama sprint race, yang memperebutkan separuh poin dari yang didapatkan para pembalap di balapan sesugguhnya, digelar.
Baca juga: Bagnaia Menang di Sprint Race Pertama di GP Portugal
Sprint race dijadawalkan digelar di semua balapan di musim MotoGP 2023.
"Rasanya menyenangkan. Kondisinya lebih menegangkan karena durasinya lebih pendek ketimbang balapan. Kami memiliki ban baru dan lap yang lebih sedikit sehingga Anda bisa lebih menekan motor Anda," ungkap Bagnaia.
Baca juga: Jelang Pembukaan MotoGP, Aleix Espargaro Dibayang-bayangi Kondisi Pascaoperasi
"Saya sangat senang karena saya bisa menang karena memang targetnya adalah finis di tiga besar," lanjutnya. (AFP/Z-1)
Sirkuit Portimao bukanlah nama asing bagi para pembalap dan kru tim. Lintasan ini sebelumnya pernah menjadi tuan rumah dua seri balapan Formula 1 pada 2020 dan 2021,
Setelah finis ketiga di sesi Sprint Race GP Portugal, Marco Bezzecchi mampu memperbaiki strategi dan tampil dominan di balapan utama di Sirkuit Portimao.
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat di GP Portugal, yang berlangsung di Sirkuit Algarve, Portimao, Minggu (9/11).
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin masih belum sepenuhnya pulih dari cedera patah tulang selangka yang dideritanya saat menjalani balapan Sprint di Sirkuit Motegi, Jepang.
Sirkuit Algarve di Portimao memadukan lokasi balapan yang istimewa sehingga mudah menarik penggemar untuk menyaksikan balapan di sana.
Uji coba itu dilakukan setelah hasil buruk di beberapa balapan pembuka yang didapatkan oleh Yamaha. Fabio Quartararo pun menyambut baik uji coba itu
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved