Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM pistol Indonesia kembali mendulang medali di hari kelima ajang Piala Dunia Menembak ISSF World Cup Rifle/Pistol 2023.
Adapun tambahan satu perunggu ditorehkan tim pistol putri, yakni Lily Sulistyadewi Tirthajaya, Rihadatul Asyifa, dan Arista Perdana Putri Darmoyo.
Pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Lily Sulistyadewi, Rihadatul Asyifa dan Arista Perdana meraih posisi ketiga di nomor air pistol 10 meter beregu putri. Mereka memenangi perebutan perunggu melawan Olga Axenova, Irina Yunusmetova dan Saule Alimbek.
Trio tim pistol Merah Putih menang meyakinkan 16-2 atas tim asal Kazakhstan tersebut. Capain medali perunggu itu menjadi sumbangan medali yang ketiga dari tim pistol.
Baca juga: Awali 2023, Dua Ganda Putra Indonesia Tempati Peringkat 1-2
Sejauh ini, Indonesia mengumpulkan satu emas dari tim pistol dan tiga perunggu, dengan dua di antaranya disumbangkan tim pistol serta satu dari tim rifle. Lily Sulistyadewi, Rihadatul Asyifa dan Arista Perdana baru kali ini dipasangkan sebagai trio.
Diketahui, Asyifa menjadi petembak termuda di antara ketiganya. Atlet yang masih berusia 13 tahun itu lega dan bersyukur, akhirnya bisa menyumbang medali. Di nomor perorangan air pistol 10 meter putri, dirinya tidak puas lantaran pada kualifikasi hanya menempati peringkat 25.
"Waktu itu sempat nangis itu mungkin karena nilai kualifikasinya enggak sesuai harapan," tutur Asyifa.
Mengingat sudah turun di nomor-nomor sebelumnya, mereka merasa sudah makin panas dan terbiasa. Pada nomor beregu, mereka memang membidik untuk lolos kualifikasi.
Baca juga: Jam Terbang Kurang, Tantangan bagi Tim Tenis Putra RI
"Untuk (medali perunggu) ini, aku lebih bersyukur, karena enggak terlalu nervous. Sudah ada pengalaman dari yang sebelumnya," imbuh Arista, yang sebelumnya menyumbang emas dari nomor air pistol 10 meter tim campuran.
Pada nomor rifle prone 50 meter individu, Olympian Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba harus puas berada di posisi ke-12. Di nomor yang sama untuk sektor putra, Fathur Gustavian menyelesaikan lomba di urutan ke-16.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman turut meninjau turnamen di hari kelima. Dia didampingi didampingi Ketum PB Perbakin Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto.(OL-11)
Hingga akhir kompetisi ASEAN Para Games 2025, Indonesia berhasil mengoleksi total 392 medali, yang terdiri atas 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Satu medali emas dipersembahkan dari kategori Junior 1 Urban Cheer Dance, yang sekaligus menjadi gelar juara dunia pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di CWC.
"Fokus utama kami ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet Indonesia agar mampu tampil optimal di level tertinggi, termasuk Olimpiade, melalui proses yang terukur dan berkesinambungan,”
Terakhir kali Indonesia finis di posisi tersebut terjadi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Material medali SEA Games 2025 disebut tahan lama yang dirancang untuk menahan benturan; lapisan permukaan emas, perak, dan nikel yang dirancang antikelupas.
Dari 87 medali emas yang diraih di SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia berpotensi kehilangan sekitar 41 medali.
Para peserta VEX Robotics Global 2026 ditantang untuk menerapkan kemampuan berpikir kritis, analisis data, hingga kolaborasi global dalam menyelesaikan misi robotika yang kompleks.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Pameran ini telah masuk dalam agenda belanja, bertukar informasi, meningkatkan keterampilan, hingga berkompetisi para pegiat industri makanan dan minuman hingga pehobi.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Siswa yang berhasil melaju ke babak semifinal dan final akan memperoleh sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved