Senin 16 Januari 2023, 20:53 WIB

Jam Terbang Kurang, Tantangan bagi Tim Tenis Putra RI

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Jam Terbang Kurang, Tantangan bagi Tim Tenis Putra RI

AFP
Ilustrasi petenis bersiap melempar bola.

 

HASIL negatif didapat 5 tunggal putra tenis Indonesia di babak kualifikasi Medco Power Indonesia Internasional Tenis Championship pada Senin (16/1) ini.

Berlaga di Lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Ega Uneputty, Rifqy Sukma Ramadhan Sumiarsa, Lucky Candra Kurniawan, Achmad Imam Maruf dan Renaldi Aqila Salim kompak menelan kekalahan. Mereka pun dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke babak utama.

Ega yang melakoni pertandingan melawan wakil Vietnam Ha Minh Duc Vu kalah dua set langsung 6(3)-7(7) dan 1-6. Sementara, Rifqy yang menghadapi wakil Malaysia, yakni Mitsuki Wei Kang Leong, kalah dengan skor 1-6 dan 1-6.

Baca juga: Lagi, Atlet Kembar BIN Juarai Nomor Tunggal Putri Turnamen Tenis Nasional

Adapun Lucky yang bertanding di Lapangan 5, tak kuasa menahan gempuran pemain Hong Kong, Hong Kit Wong, dengan kedudukan 0-6 dan 3-6. Imam yang menghadapi petenis India, Ishaque Eqbal, kalah dua set 1-6 dan 1-6. Sementara itu, Renaldi harus menyerah dari Rishi Reddy (India) 0-6 dan 1-6.

Berbicara terkait penampilan kelima anak asuhnya, pelatih tim putra Indonesia Sulistyo Wibowo mengakui bahwa kelima petenis itu kalah jam terbang dari lawan mereka.

Jarang melakukan turnamen level Internasional, dinilai Sulistyo membuat anak asuhnya terlihat tampil tertekan. Serta, tidak dapat mengeluarkan penampilan terbaik .

"Saya melihatnya pemain kita itu kurang bertanding untuk kelas Internasional. Jadi beda banget penampilan mereka dibandingkan lawan," jelas Sulistyo, Senin (16/1).

Menurutnya secara teknik, permainan kelima anak asuhnya sejatinya tidak kalah dibandingkan lawan mereka. Hanya, mental yang menjadi pembeda. "Mereka ini memiliki bakat yang luar biasa. Saya melihat dari latihan, mereka ini semangat semua. Hanya memang kurang jam terbang saja," sambungnya.

Baca juga: Nadal Tetap Optimistis Tatap Australia Terbuka 2023

Berkaca dari pengalamannya, mantan petenis yang pernah menduduki peringkat (ganda) 285 ATP itu menyebut bahwa jam terbang menjadi hal penting untuk bersaing di kelas internasional.

Sulistyo yang pernah malang melintang di turnamen tenis internasional, termasuk mempersembahkan medali emas nomor ganda putra pada SEA Games 1995-2001, berharap anak-anak asuhnya ini dapat memiliki kesempatan lebih banyak untuk bertarung di level Internasional.

"Memang butuh biaya besar dan kerja ekstra kalau mau bangun tenis itu, baik dari atlet dan induk cabang olahraga. Mudah-mudahan dengan kepengurusan yang ada saat ini, bisa menghandle itu semua lah," kata Sulistyo.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Tim Senam Putra Harus Kerja Keras Demi Tampil di SEA Games Kamboja

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:31 WIB
Ketatnya persyaratan dari tim review untuk SEA Games Kamboja, memaksa mereka harus lebih dulu menunjukkan keterampilan di Piala Dunia Senam...
DOK IST

Sirkuit Tenis Meja Sediakan Hadiah dengan Total Rp2,5 Miliar 

👤Budi Ernanto 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:04 WIB
Event tenis meja tidak boleh...
DOK MI

Bagas/Fikri Lolos Ke Semifinal Thailand Masters 2023

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:50 WIB
GANDA putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke semifinal turnamen bulu tangkis di Thailand Masters...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya