Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NICK Bollettieri, pelatih tenis yang melahirkan sejumlah petenis papan atas dunia seperti Andre Agassi dan Monica Seles meninggal dunia pada Senin (5/12) di usia 91 tahun.
Meski metodenya terkadang kontroversial, akademinya di Florida sukses memproduksi sejumlah nama besar seperti Agassi, Seles, Maria Sharapova, Jim Courier, Anna Kournikova, dan Mary Pierce.
Bollettieri juga pernah menjadi penasehat untuk Venus dan Serena Williams serta Boris Becker.
Baca juga: Serena Williams Mengaku Kesepian Akut Selama jadi Atlet
Rutinitas berat yang hraus dijalani anak-anak dan remaja yang berlatih di akademinya terbukti membuahkan hasil namun juga kritik. Hubungan Bollettieri dengan sejumlah anak asuhnya yang sukses, termasuk Agassi dan Seles, akhirnya memburuk.
"Saya benci berlatih di akademi Bollettieri," ungkap Agassi.
"Satu-satunya cara untuk keluar dari sana adalah meraih sukses," lanjutnya.
Namun, Bollettieri menegaskan apa yang dilakukannya berhasil.
"Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Tenis bukanlah olahraga untuk anak lemah," klaim Bollettieri.
Bollettieri lahir di Pelham, New York pada 31 Juli 1931. Dia mempelajari filsafat di sebuah universitas Katolik di Alabama, tempat dia mengaku akhirnya bermain tenis secara rutin.
Setelah bertugas bersama Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS) di Korea, Bollettieri kuliah hukum di Miami namun drop out untuk menjadi pelatih tenis profesional.
Di Wisconsin, dia menukangi Brian Gottfried, yang sukses menjadi petenis peringkat tiga dunia pada 1977. Nama Bollettieri pun mulai dikenal.
Pada 1978, dia mendirikan akandemi tenis di Florida dengan Carling Bassett, yang berulang tahun ke-11 pada tahun ini menjadi murid pertamanya.
Bollettieri melatih murid-muridnya dengan keras.
Pada 1980, Sports Illustrated menulis artikel mengenai Bollettieri dengan mengatakan, "Dia akan membuat anak Anda menjadi juara namun mereka pasti tidak akan menyukainya."
Bollettieri juga menegaskan metode kepelatihannya membangun karakter.
"Saya palung bangga karena anak-anak asuhan saya sukses menjadi orang dewasa. Mereka bukan hanya petenis hebat namun juga pribadi yang hebat. Anda bisa melihat dari segala yang mereka lakukan," tegasnya kepada tennis.com. (AFP/OL-1)
Selain di STF Driyarkara, pemikiran almarhum juga sering mewarnai kuliah umum di berbagai universitas serta menjadi rujukan bagi para pegiat budaya di Indonesia.
Selama lebih dari enam dekade, Ratu Sirikit menikah dengan raja terlama di Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal dunia pada 2016.
Paul Daniel 'Ace' Frehley, gitaris band rock asal Amerika Serikat (AS), Kiss, meninggal dunia di usia 74 tahun.
Aktris Diane Keaton, yang lahir di Los Angeles, meraih ketenaran di era 1970-an melalui perannya sebagai Kay Adams-Corleone dalam film The Godfather.
Putri sulung Acil Bimbo, Anne Kusumawardhani, mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir sang ayah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Acil Bimbo berpulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan akan dibawa ke rumah duka di kawasan Cigadung, Kota Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved