Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Red Bull Max Verstappen menegaskan tidak pernah menjadi rekan setim yang buruk namun enggan menjelaskan secara gamblang akar masalah kenapa dia tidak mau mengalah untuk Sergio Perez di Interlagos, akhir pekan lalu.
Juara dunia dua kali itu gagal bersinar di GP Brasil, akhir pekan lalu, dan terlibat perseteruan dengan rekan satu timnya Sergio Perez.
Red Bull memberi arahan Perez agar memberi jalan kepada Verstappen dengan syarat posisinya akan dikembalikan apabila pembalap Belanda itu tidak mampu menyalip pebalap Alpine Fernando Alonso untuk posisi finis kelima.
Baca juga: Verstappen Tolak Patuhi Team Order di GP Brasil
Sementara Perez memerlukan poin sebanyak mungkin untuk mengalahkan pembalap Ferrari Charles Leclerc dalam perebutan peringkat dua klasemen saat Verstappen telah mengunci gelar juara dunia keduanya. Red Bull belum pernah finis 1-2 dalam klasemen pembalap.
Verstappen, yang juga mendapat penalti karena menyebabkan tabrakan dengan pembalap Mercedes Lewis Hamilton, diinstruksikan oleh engineer tim Red Bull Gianpiero Lambiase agar membiarkan Perez lewat supaya finis lebih tinggi tapi mengabaikan arahan itu dan menyelesaikan lomba di depan sang pembalap Meksiko yang finis P7.
"Ini bukan soal posisi," kilah Verstappen pada sesi jumpa pers jelang GP Abu Dhabi di Yas Marina dalam laman resmi FIA Kamis (17/11).
"Ini soal hal yang terjadi lebih awal pada musim ini dan saya telah menjelaskannya di Meksiko dan tim memahami itu dan setuju," lanjutnya.
Entah apa yang disepakati, Verstappen menuju Brasil untuk balapan dan meraih hasil sebaik mungkin, namun ternyata ada sedikit miskomunikasi.
"Pada Sabtu dan Minggu, tidak ada yang mengatakan kepada saya soal potensi bertukar posisi atau apapun. Perintah itu datang pada lap terakhir lewat radio. Setelah balapan, kami berdiskusi dengan baik dan menjelaskan duduk perkaranya dan semuanya telah dipecahkan," papar Verstappen.
"Melihat ke belakang, kami harusnya mengadakan pembicaraan itu lebih dahulu karena saya tak pernah menjadi rekan satu tim yang buruk kepada siapapun, saya selalu membantu dan tim tahu itu."
"Saya selalu mengutamakan tim karena pada akhirnya, ini adalah upaya bersama tim. Saya rasa apa yang dapat kami pelajari dari itu adalah kami harus sedikit lebih terbuka dan berkomunikasi dengan lebih baik satu sama lain," imbuhnya.
Seusai balapan, Verstappen muncul sebagai antagonis dalam berbagai pemberitaan media karena dia tidak mau mengalah, padahal sudah mengamankan gelar juara dunia saat Perez membutuhkan poin sebanyak-banyaknya dalam pertarungan untuk peringkat dua klasemen melawan pebalap Ferrari Charles Leclerc.
Perez dan Leclerc kini imbang dengan masing-masing 290 poin, namun pebalap Ferrari itu menang 3-2 soal jumlah kemenangan balapan. Leclerc juga tidak dibantu Ferrari untuk bisa finis di depan Carlos Sainz yang naik podium hari itu bersama duet Mercedes George Russell dan Lewis Hamilton.
Verstappen juga menyalahkan media karena telah membentuk opini negatif terhadap dirinya tanpa tahu gambaran sebenarnya. Namun, dia juga enggan menjelaskan dengan gamblang akar masalah dia tidak mau mengalah.
Bahkan, dampaknya, keluarga Verstappen mendapat ancaman dan dirundung lewat media sosial.
"Saya tidak akan menjelaskan detail apa penyebabnya, karena hanya saya, tim saya saja yang tahu. Tapi sangat mengecewakan ketika Anda tidak mengetahui fakta sepenuhnya, kemudian langsung menulis hal-hal buruk," keluh Verstappen.
"Sangat mengecewakan membaca hal-hal seperti ini, karena saya tahu siapa diri saya, tim tahu bagaimana saya bekerja dengan mereka dan saya selalu baik terhadap tim ini," tambahnya.
Komentator berspekulasi bahwa Verstappen kemungkinan dibuat kesal saat Perez sepertinya sengaja menabrakkan diri pada kualifikasi GP Monako saat dia start P3 dan Verstappen P4.
Perez memenangi balapan tersebut dan Verstappen pada peringkat tiga setelah pistop double stack.
Namun, Perez membantah dengan sengaja melakukan itu untuk mengamankan posisi start yang lebih baik di Monako.
"Rumor itu salah," kata Perez. "Kami telah membahas apa yang terjadi di Sao Paulo secara internal dan kami telah sepakat untuk kepentingan tim bahwa ini harus tetap internal, apa yang kami diskusikan di dalam tim."
"Saya rasa kami berdua sudah dewasa, kami akan mampu melupakan ini dan menatap ke depan," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Pembalap McLaren Lando Norris kini mengoleksi 390 poin di klasemen setelah mendapatkan 25 poin sebagai yang terdepan di GP Brasil.
Pembalap McLaren Lando Norris masuk finis tercepat di GP Brasil disusul pembalap Mercedes Kimi Antonelli dan pembalap Red Bull Max Verstappen.
Meski tertinggal 36 poin dari pemuncak klasemen Formula 1 Lando Norris, Max Verstappen tetap difavoritkan menjuarai GP Brasil, akhir pekan ini.
Balapan GP Brasil di Sirkuit Ayrton Senna di Goiania dijadwalkan menjadi seri kedua pada 22 Maret 2026, setelah pembukaan musim di Buriram, Thailand, pada 1 Maret.
Max Verstappen dari tim Red Bull meraih kemenangan mengejutkan di Formula 1 GP Brasil yang diguyur hujan pada Minggu (3/11), mendekatkan dirinya pada gelar juara dunia keempat.
Balapan utama GP Brasil yang berdurasi 71 lap akan dimainkan pada Senin (4/11) mulai pukul 00.00 WIB.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved