Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Mempora) Zainudin Amali memberikan atensi terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
Hal itu disampaikan Zainudin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Jakarta pada Senin (12/9) ini.
Di hadapan 34 KONI Provinsi, 70 organisasi Induk Cabang Olahraga (Cabor) dan 6 organisasi fungsional. Menpora meminta adanya pembinaan atlet jangka panjang. Bukan malah berlomba-lomba melakukan mutasi atlet dari daerah lain untuk kepentingan jangka pendek.
"Kita kan sudah punya target besar. Jadi target kita itu adalah prestasi tingkat global, maka pembinaan itu sangat mutlak. Tidak bisa kita mendapatkan prestasi kalau tidak dibina," tegas Zainudin.
Baca juga: Perbasi Panggil Pemain untuk SEA Games 2023 Kamboja
Zainudin menilai, dalam beberapa kegiatan PON sebelum-sebelumnya dia melihat masih adanya kecenderungan sejumlah daerah yang berambisi untuk meraih banyak medali, yang kemudian membuat sejumlah daerah melakukan mutasi atlet.
"Ada kecenderungan pada beberapa PON sebelumnya, terutama dari tuan rumah, ingin berambisi meraih medali sebanyak-banyaknya. Kalau dihasilkan dari pembinaan itu tidak ada masalah. Tapi kalau dihasilkan dengan mengambil atlet yang sudah dibina oleh daerah lain, itu tidak sehat," jelasnya.
Dengan PON Aceh-Sumut yang akan bergulir 2024 mendatang, Zainudin meminta seluruh KONI Provinsi, serta Induk Cabor, untuk memperhatikan betul hal-hal tersebut.
"Tidak usah berambisi untuk harus mendulang banyak medali dengan jalan yang salah. Intinya daerah itu harus membina betul atlet-atletnya dari bawah. Pembinaan daerah itu akan berdampak pada pembinaan secara keseluruhan," imbuh Zainudin.
Baca juga: Indonesia Turunkan 42 Atlet di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan pengetatan terkait hal tersebut. Pihaknya juga akan segera mencari cara untuk meminimalkan hal tersebut kembali terjadi.
"Kita akan berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan menekan mutasi atlet. Jangan tiap daerah secara instan mengambil atlet dari mereka yang membina dengan kerja keras," tutur Marciano.
Marciano menilai jika budaya seperti itu terus berlanjut, dikhawatirkan berdampak buruk pada prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang. Terlebih, Indonesia melalu DBON menargetkan posisi 5 besar dunia di Olimpiade 2044.
"Tidak akan pernah maju peringkat Indonesia di Olimpiade, tidak akan bisa memenuhi harapan DBON, kalau kita masih comot sana, comot sini atletnya," sambungnya.(OL-11)
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Dengan adanya dana pensiun, para pejuang olahraga diharapkan memiliki jaminan finansial yang lebih stabil saat memasuki masa purnatugas.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Keberangkatan tim pada Selasa (6/1) itu mengusung misi krusial, yakni mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.
Laga pamungkas akan digelar Thailand National Sports University, Nong Mai Daeng, Chonburi, Thailand, Jumat petang (19/12) waktu setempat.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, program pembinaan tiga bulan terhadap Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang diberhentikan sementara
bijakan itu diapresiasi pengamat olahraga Djoko Pekik Irianto yang menilai bonus besar dapat meningkatkan motivasi atlet.
Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini.
Partisipasi peserta mencapai angka 1.918 pelajar yang berasal dari 120 SD dan MI di Kota Apel dan sekitarnya.
Simon menekankan pentingnya pembinaan sejak dini agar kemampuan teknis dan mental pemain terbentuk lebih matang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved