Rabu 17 Agustus 2022, 12:05 WIB

PABSI Mulai Atur Strategi untuk Kualifikasi Olimpiade Paris

Basuki Eka Purnama | Olahraga
PABSI Mulai Atur Strategi untuk Kualifikasi Olimpiade Paris

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan (kanan) dan Deni (kedua kanan) berlatih saat menjalani Pelatnas Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta.

 

PENGURUS Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mulai mengatur strategi untuk persiapan menghadapi kualifikasi Olimpiade Paris 2024 setelah tim angkat besi Merah Putih meraih sukses di Islamic Solidarity Games 2021 di Konya, Turki.

Tim angkat besi Indonesia, yang menurunkan skuat pelapis, menutup Islamic Solidarity Games (ISG) Konya 2021 dengan perolehan 12 medali emas, 7 perak, dan 10 perunggu. 

Rizki Juniansyah dan kawan-kawan bahkan menjadi tumpuan Merah Putih dalam kejuaraan multicabang negara-negara komunitas Islam tersebut, sebab seluruh medali emas yang diraih Indonesia semuanya disumbangkan oleh para atlet angkat besi.

Baca juga: Angkat Besi Perkasa di ISG, Rizki Juniansyah Sumbang Tiga Emas

Sebagai informasi, angkat besi di ISG 2021 memperebutkan tiga medali pada tiga kategori snatch, clean and jerk, dan total angkatan. Hal ini berbeda dengan Olimpiade yang hanya memperebutkan satu medali pada kategori total angkatan saja.

Pelatih tim angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja, dalam pernyataan tertulis, yang dikutip Selasa (16/8), mengaku bangga dengan hasil yang diraih anak didiknya. Apalagi, PABSI menurunkan banyak wajah baru sebagai bagian uji coba mereka menghadapi kejuaraan internasional lainnya.

Hasil di ISG Konya ini, lanjut Dirja, akan menjadi acuan tim pelatih untuk menentukan strategi menuju kualifikasi Olimpiade Paris 2024 yang akan dimulai dengan Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 di Bogota, Kolombia, 5-15 Desember.

"Saya pribadi sebagai pelatih puas dengan hasil di ISG. Tidak cuma dari segi medali, tetapi juga dari angkatan mereka yang meningkat. Mereka menunjukkan progres dari hasil SEA Games, sehingga ISG ini memang sarana sempurna untuk mendapat pemanasan jelang meraih tiket Olimpiade Paris 2024," ujar Dirdja.

Soal strategi, Dirdja menuturkan PB PABSI akan menurunkan dua lifter di beberapa kelas saat kualifikasi Olimpiade nanti. Hal ini dilakukan guna menambah peluang mengamankan lebih banyak tiket Olimpiade Paris.

"Misalnya, untuk kelas 61kg, kita punya lifter senior Eko (Yuli Irawan) dan ada juga Ricko Saputra, yang mengamankan tiga medali emas di ISG. Secara angkatan, Eko tentu lebih baik, tetapi Ricko juga menunjukkan peningkatan di ISG," kata Dirdja.

"Begitu juga di kelas 73kg putra, kita punya dua lifter. Tidak cuma Rahmat Erwin Abdulah, tetapi juga ada Rizki Juniansyah yang kemarin membuktikan bisa meraih tiga emas di Konya. Yang jelas hasil Konya akan menjadi bahan evaluasi kami," ujar dia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/RINGO CHIU and FAYEZ NURELDINE

Fury Beri Tenggat Hingga Senin Bagi Joshua untuk Teken Kontrak Pertarungan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 09:15 WIB
"Saya tidak mau menunggu seseorang yang kalah tiga kali dalam liga laga terakhirnya. Dia sudah beruntung saya masih mau memberinya...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pascacedera Panjang, Aspar Sukses Comeback di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 08:45 WIB
Bagi Aspar, kemenangan tersebut menjadi momen comeback setelah mengalami cedera cukup panjang. Pada akhir 2019, jari tengah tangan kanan...
AFP/SONNY TUMBELAKA

Rio Waida Raih Medali Perak di ISA World Surfing Games 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 06:00 WIB
Rio mendapatkan skor 14.04, terpaut 1.92 dari atlet Jepang Kanoa Igarashi, yang menutup pertandingan final dengan perolehan skor tertinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya