Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS muda Spanyol, Carlos Alcaraz Garfia, menyatakan dirinya semakin nyaman dengan penampilannya di lapangan rumput.
Hal itu terbukti saat Alcaraz berhasil menumbangkan petenis Jerman Oscar Otte, di putaran ketiga Wimbledon 2022 hanya dalam tempo 1 jam 38 menit.
Dalam pertandingan yang bergulir pada Jumat (1/7) waktu setempat, Alcaraz sukses merebut kemenangan stright set 6-3, 6-1 dan 6-2 atas Otte, hasil itu pun mengantarkannya melaju ke babak 16 besar pertamanya di Wimbledon.
Kemenangan itu juga menjadikan, Alcaraz yang saat ini berusia 19 tahun menjadi pemain termuda yang melaju ke babak 16 besar di The Championships, sejak Bernard Tomic (Australia) yang mencapai perempat final di musim 2011 pada usia 18 tahun.
Baca juga: Lewati Rintangan Sulit, Nadal Melaju ke Putaran Ketiga Wimbledon 2022
"Saya bermain luar biasa hari ini. Ini adalah penampilan terbaik saya sejauh ini. Saya sangat senang dengan level ini, dan saya akan mencoba mempertahankan level ini ke babak berikutnya," ucap Alcaraz dikutip dari ATP, Sabtu (2/7).
Lolos ke babak 16 besar, Alcaraz sudah ditunggu petenis muda Italia Jannik Sinner, pertandingan itu akan menjadi duel dua petenis muda terhebat di tenis saat ini.
Pertemuan ini akan menjadi yang kedua kalinya untuk Alcarz dan Sinner, pada pertemuan terakhir mereka di Paris Masters tahun lalu, Alcaraz berhasil memetik kemennagan dua set langsung 7-6(7/1) dan 7-5.
Alcaraz menilai, pertandingan melawan petenis peringkat 13 dunia itu tidak akan mudah menyusul performa Sinner yang luar biasa di Wimbledon 2022.
Petenis Italia itu tercatat berhasil menjungkalkan petenis Amerika Serikat John Isner di putaran ketiga dengan skor 6-4, 7-6(7/4) dan 6-3, selain itu dia juga menang atas juara grand slam 3 kali Stanislas Wawrinka di putaran pertama.
"Jelas Jannik adalah pemain yang bagus, dia bermain luar biasa. Dia memiliki level yang hebat di sini di atas rumput. Dia telah memenangkan pertandingan yang sangat bagus di sini, jadi ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," sebut Alcaraz.
"Tapi jelas saya akan menikmatinya. Bermain melawan Jannik memang selalu sulit dan saya suka memainkan pertandingan seperti ini, tantangan seperti ini," tukasnya. (Rif/ATP/OL-09)
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved