Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih menegaskan tidak ada ampun bagi pemain yang terlibat dalam pengaturan skor hasil pertandingan atau match fixing.
Pernyataan tersebut disampaikan Danny menanggapi kasus matchfixing yang dilakukan enam pemain Liga Bola Basket Indonesia (IBL) selama musim kompetisi 2021 lalu.
"Tidak ada ampun lagi, mereka harus menjalani hukuman yang sudah dijatuhkan," tegas Danny dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12).
Baca juga : Pemain IBL Perkuat Tim Basket Sulsel di Pra-PON
Dia mengaku kecewa para terhukum tersebut tidak belajar dari pengalaman kasus serupa sebelumnya.
"Saya berharap hukuman kali ini membuat para pebasket semakin menjunjung tinggi sportivitas dan tidak lagi melakukan match fixing," lanjutnya.
Sebelumnya, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah, Rabu (29/12), mengumumkan keterlibatan enam pemain dalam pengaturan hasil pertandingan selama musim kompetisi IBL 2021 lalu.
Baca juga : Beane Jr Diharapkan Bantu Indonesia Pertahankan Gelar di SEA Games
Lima orang tersebut berasal dari klub Pacific Caesar Surabaya, yaitu Aga Siedartha, Arisanda, Gabriel Senduk, Yoseph Wijaya, dan Aziz Wardhana, serta satu pemain dari Bali United Basketball, Yerikho Tuasela.
PP Perbasi dan IBL telah menjatuhkan hukuman sanksi kepada para pelaku sesuai dengan aturan federasi dan peraturan pelaksanaan pertandingan pada 21 September 2021 yang sudah disampaikan secara langsung kepada seluruh pihak terkait.
IBL menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup di lingkup IBL kepada enam pemain tersebut. Sanksi yang dijatuhkan itu sesuai dengan peraturan pelaksanaan IBL Bab IV Pasal 6 Ayat 16 yang berbunyi, "Personel klub yang melanggar Bab IV Pasal 4 Ayat 2, yaitu melakukan dan terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan dilarang mengikuti kegiatan IBL seumur hidup dan denda maksimal Rp100 juta."
Baca juga : Ada Pemain Berusia 40 Tahun di IBL, Erick Thohir Singgung Soal Pembinaan Pemain
"Tindakan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas liga agar semakin baik, profesional, dan sehat," ucap Junas.
Pengaturan skor oleh pemain IBL pertama kali dicurigai oleh manajemen klub Pacific Caesar Surabaya yang melihat adanya kejanggalan yang dilakukan beberapa pemain di klubnya dalam beberapa pertandingan selama kompetisi IBL musim 2021 fase regular.
Setelah menerima laporan tersebut, pada Mei 2021, IBL bersama PP Perbasi membentuk tim untuk melakukan investigasi sampai pada akhirnya mendapatkan bukti serta pengakuan dari pihak-pihak yang terlibat. (Ant/OL-1)
Musim reguler bertajuk IBL GoPay 2026 ini akan mulai bergulir pada Sabtu, 10 Januari mendatang.
Peraturan baru itu membuat posisi Lester Prosper menjadi tidak prioritas karena klub juga memiliki center utama yakni Joshua Ibarra setinggi 2,11 meter dan merupakan MVP Final IBL 2025.
Kapolri Cup bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk lebih dekat dengan dunia bola basket.
Keberhasilan menjuarai IBL 2025 merupakan sejarah baru bagi klub, namun mempertahankan prestasi akan lebih menantang.
Dewa United Banten menang dengan keunggulan 2-1 dari seri pertandingan best of three usai mengalahkan Pelita Jaya di gim 3 dengan skor 74-73, Minggu (20/7).
Bali United Basketball merupakan satu-satunya tim yang memiliki daftar nama (rosters) pemain, dengan 80 persen rentang usia rata-rata, mulai dari 19 tahun hingga 25 tahun.
Jaksa AS mengungkap skema pengaturan skor besar-besaran di basket perguruan tinggi (NCAA). Melibatkan puluhan pemain dan taruhan hingga ratusan ribu dolar.
Maduka Okoye sebelumnya dituduh sengaja mencari kartu kuning pada laga melawan Lazio pada Maret 2024, yang diduga terkait dengan taruhan senilai 120.000 euro.
Skandal pengaturan skor itu terjadi di dua leg pertandingan kualifikasi Liga Konferensi UEFA musim 2023/2024 antara Arsenal Tivat dan klub Armenia, Alashkert FC, pada Juli 2023.
PELATIH Bali United Stefano Cugurra mengharapkan sanksi keras kepada oknum pelaku untuk mencegah praktik pengaturan skor atau match fixing dalam kompetisi sepak bola tanah air.
Zwayer mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan ancaman pembunuhan sejak Jude Bellingham mengkritik kepemimpinannya dalam laga Bundesliga antara Borussia Dortmund dan Bayern Muenchen.
Dugaan terhadap adanya pengaturan pertandingan di liga sepak bola Indonesia di setiap tingkatan mulai Liga 1, Liga 2 dan seterusnya kerap terdengar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved