Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET DKI Jakarta, salah satunya Emilia Nova mengaku bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dengan adanya tambahan bonus untuk peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
"Saya bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan pak Gubernur, Dinas, dan KONI DKI Jakarta karena ada tambahan nominal,” kata Emilia dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA, hari ini.
Selain tambahan dari segi nominal, atlet DKI Jakarta peraih medali dalam pesta olahraga empat tahunan itu juga tidak dibebankan pajak karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bakal menanggungnya.
Adapun penyerahan bonus secara simbolis dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada atlet di Ruang Pola Bappeda, Balai Kota Jakarta, Senin (27/12).
Dengan adanya tambahan bonus, peraih peraih emas pada 100meter lari gawang putri dan perunggu nomor 4x100m estafet putri PON Papua ini percaya motivasi atlet akan bertambah. Apresiasi yang diberikan juga bisa membuktikan bahwa menjadi atlet tidak percuma.
"Harapan saya, semoga ke depan bisa makin memotivasi regenerasi yang akan datang berlatih dengan maksimal,” kata Emilia menambahkan.
Baca juga: Bonus Piala Thomas Cair, Jonatan Christie Berterima Kasih pada Presiden dan Menpora
Sejumlah atlet lainnya juga mengucapkan terima kasih atas tambahan bonus melalui media sosial masing-masing. Seperti yang dilakukan atlet senam artistik Rifda Irfanaluthfi.
Selain atlet, pelatih atletik Fitri Haryadi juga mengapresiasi perhatian yang diberikan dari pemerintah DKI Jakarta. Sebab, tak hanya atlet yang mengalami tambahan bonus, melainkan pelatih dan asisten pelatih.
“Terima kasih banyak kepada Gubernur DKI Jakarta, Dispora DKI, dan KONI DKI. Nominalnya sudah lebih besar dari PON sebelumnya,” ujar Fitri.
Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus menjelaskan rincian dari jumlah bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali PON Papua.
Bonus untuk atlet perorangan peraih medali emas sebesar Rp350 juta, perak Rp125 juta, dan perunggu Rp67,5 juta. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga sumber. Pertama sesuai dengan Pergub Nomor 1591 Tahun 2018, kedua dari KONI DKI Jakarta, kemudian terakhir merupakan usulan tambahan dari KONI DKI Jakarta.
Berdasarkan Pergub Nomor 1591 Tahun 2018, tercantum peraih emas perorangan untuk level nasional diganjar bonus Rp200 juta, perak sebesar Rp50 juta, dan perunggu Rp30 juta.
Kemudian KONI DKI memberikan tambahan masing-masing Rp100 juta untuk peraih medali emas perorangan, Rp50 juta untuk perak, Rp25 juta untuk perunggu.
Selain itu, Pengprov DKI juga menerima usulan dari KONI DKI untuk menambah nominal bonus untuk peraih emas Rp50 juta, perak Rp25 juta, dan Rp12,5 juta untuk perunggu.
Sementara itu, untuk peraih medali emas berpasangan atau duo, per atlet juga menerima jumlah bonus yang sama dengan peraih medali perorangan baik itu emas, perak, dan perunggu.
Adapun untuk peraih medali beregu masing-masing atlet mendapatkan Rp212,5 juta untuk emas, Rp62,5 juta peraih perak, peraih medali perunggu mendapatkan Rp37,5 juta. Jumlah tersebut juga gabungan dari Pemprov DKI, KONI DKI, dan usulan tambahan dari KONI DKI.
Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih. Bagi pelatih yang atletnya meraih medali emas, menerima Rp140 juta per medali. Sementara, untuk pelatih yang atletnya meraih medali perak menerima Rp70 juta dan medali perunggu menerima Rp35 juta. Jumlah tersebut gabungan dari Pemprov DKI, KONI DKI, dan usulan tambahan dari KONI DKI.
Pelatih untuk atlet ganda/berpasangan yang meraih medali emas, mendapatkan apresiasi sebesar Rp128 juta, medali perak Rp 64juta, dan medali perunggu Rp31 juta. Kemudian, pelatih beregu yang atletnya meraih medali emas, mendapat Rp155 juta, perak Rp77,5 juta, dan perunggu Rp40 juta.
Asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas menerima Rp90 juta, dengan rincian dari Pemprov Rp60 juta, tali asih dari KONI DKI Jakarta Rp20 juta, dan usulan tambahan Rp 10 juta. Disusul perak dengan total menerima Rp45 juta, perunggu Rp27,5 juta setiap keping medali.
Selanjutnya, asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas nomor ganda akan menerima sama dengan tunggal, yakni Rp90 juta untuk medali emas, Rp45 juta untuk medali perak, dan Rp27,5 juta untuk medali perunggu.
Adapun asisten pelatih yang atletnya meraih medali emas beregu mendapatkan Rp70 juta, perak Rp35 juta, dan perunggu Rp19,5 juta.
Selanjutnya, bagi atlet yang tidak meraih medali, beserta pelatih dan asisten pelatihnya, akan menerima Rp15 juta, dengan rincian Rp7,5 juta dari Pemprov dan Rp7,5 juta dari tali asih KONI DKI Jakarta.
Untuk cabang olahraga yang menjadi juara umum mendapatkan uang pembinaan berupa tali asih dari KONI DKI Jakarta sebesar Rp150 juta dan ditambah usulan KONI DKI Jakarta sebesar Rp150 juta.
Sehingga, cabang olahraga juara umum akan menerima uang pembinaan Rp300 juta. Jumlah yang diterima atlet yang mengikuti PON Papua sama nilainya dengan yang diterima atlet yang mengikuti Peparnas Papua.(Ant/OL-4)
Presiden Jokowi menjanjikan hal tersebut tidak lama setelah Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah sukses mendulang dua medali emas.
Otoritas Moskow menawarkan bonus pendaftaran sebesar 1,9 juta rubel (sekitar US$22,000) untuk penduduk kota yang bergabung dengan militer Rusia.
Pemain pemain Inggris akan mengantongi 1 miliar pound sterling atau sekitar Rp20 triliun jika mereka mengalahkan Spanyol dini hari nanti, Senin (15/7) di final Euro 2024.
Jonatan Christie mengungkapkan kisah ajaib yang dialaminya seusai menyumbangkan bonusnya untuk membangun masjid bagi korban gempa.
KOMISI D Bidang Pendidikan Olahraga DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot Surabaya segera mencairkan bonus atlet peraih medali Porprov VII Jatim pada Juli 2022.
"Hadiah itu adalah bagian dari apresiasi bukan soal CEO atau apa tapi sebagai sama-sama putra pulau Buru saya menghormati dia."
Satu medali emas dipersembahkan dari kategori Junior 1 Urban Cheer Dance, yang sekaligus menjadi gelar juara dunia pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di CWC.
"Fokus utama kami ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet Indonesia agar mampu tampil optimal di level tertinggi, termasuk Olimpiade, melalui proses yang terukur dan berkesinambungan,”
Terakhir kali Indonesia finis di posisi tersebut terjadi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Material medali SEA Games 2025 disebut tahan lama yang dirancang untuk menahan benturan; lapisan permukaan emas, perak, dan nikel yang dirancang antikelupas.
Dari 87 medali emas yang diraih di SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia berpotensi kehilangan sekitar 41 medali.
Timnas hoki es Indonesia menunjukkan perkembangan yang progresif sejak debut internasional mereka di Asian Winter Games 2017.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved