Kamis 19 Agustus 2021, 15:53 WIB

Osaka Merasa "tidak bersyukur" sebagai Bintang tenis

Mediaindonesia | Olahraga
Osaka Merasa "tidak bersyukur" sebagai Bintang tenis

Dylan Buell/Getty Images/AFP
Petenis Jepang Naomi Osaka

 

NAOMI Osaka mengaku "tidak bersyukur" selama setahun terakhir karena tidak sepenuhnya menghargai hidupnya sebagai salah satu pemain tenis top dunia.

Petenis nomor dua dunia itu memastikan kemenangan comeback atas Coco Gauff di Western & Southern Open di Cincinnati, Rabu waktu AS atau Kamis WIB, turnamen pertamanya di luar Olimpiade sejak mundur dari French Open pada Mei.

Dia menarik diri dari Roland Garros setelah dikenai denda karena menolak melakukan konferensi pers. Dia mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan tertentu dapat memengaruhi kesehatan mentalnya.

Osaka meneteskan air mata dan sempat meninggalkan konferensi pers di Cincinnati, Senin, ketika ditanya tentang hubungannya dengan media, namun ia kembali berhadapan dengan media usai pertandingan.

"Saya bertanya-tanya mengapa saya begitu terpengaruh, saya kira, yang membuat saya tidak ingin melakukan konferensi pers," kata petenis berusia 23 tahun itu dalam konferensi pers, hari ini.

Baca juga: Cedera Paha, Halep Mundur dari Cincinnati Masters

"Saya bertanya-tanya apakah saya takut, karena kadang-kadang saya melihat berita soal pemain kalah dan kemudian berita keesokan harinya seperti kolaps atau mereka tidak lagi hebat.

"Jadi saya berpikir, saya bangun setiap hari, bagi saya, saya harus merasa seperti saya menang. Seperti, pilihan untuk pergi dan bermain, untuk pergi melihat penggemar, orang-orang keluar dan menonton saya bermain, itu sendiri adalah sebuah prestasi.

"Saya tidak yakin kapan saya mulai mengurangi kepekaan itu. Sepertinya itu mulai tidak seperti pencapaian bagi saya. Jadi, saya merasa saya sangat tidak berterima kasih atas fakta itu," pungkas Osaka.

Juara Grand Slam empat kali itu mengatakan pembatasan yang diberlakukan karena pandemi COVID-19 membuatnya "sangat stres," tetapi peristiwa baru-baru ini di Haiti dan Afghanistan telah mengubah pandangannya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,2 menewaskan lebih dari 2.000 orang di Haiti, negara tempat ayahnya dilahirkan, dan pada saat bersamaan Afghanistan dilanda kekacauan.

"Melihat keadaan dunia, seperti apa yang terjadi di Haiti, Afghanistan saat ini, benar-benar gila," ungkap Osaka.

"Dan bagi saya, dapat memukul bola tenis di Amerika Serikat saat ini dan orang-orang datang dan menonton saya bermain... saya ingin menjadi diri saya sendiri dalam situasi ini daripada menjadi orang lain di dunia ini," tambahnya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

AFP/SONNY TUMBELAKA

Rio Waida Raih Medali Perak di ISA World Surfing Games 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 06:00 WIB
Rio mendapatkan skor 14.04, terpaut 1.92 dari atlet Jepang Kanoa Igarashi, yang menutup pertandingan final dengan perolehan skor tertinggi...
AFP/Glyn KIRK

Djokovic Bawa Tim Eropa Memimpin di Piala Laver

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 05:04 WIB
Djokovic tidak memperlihatkan kecanggungan saat dia tampil untuk pertama kali sejak memenangkan gelar Wimbledonnya yang ketujuh, Juli...
AFP/Glyn KIRK

Fritz Kalahkan Norrie, Tim Dunia Samakan Kedudukan di Piala Laver

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 04:56 WIB
Fritz, yang berperingkat 12 dunia mengalahkan Norrie, yang berperingkat delapan dunia dengan skor 6-1, 4-6, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya