Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) bakal melibatkan atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo untuk melakukan sosialisasi pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga multievent terbesar di dunia untuk edisi 2032.
"Nanti, kami akan bikin modul digital maupun fisik terkait persiapan Indonesia. Atlet dan ofisial nanti akan melakukan aksi simpatik agar atlet dari negara lain mengerti jika Indonesia mengajukan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032," kata Ketua Umum KOI/NOC Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Sabtu (8/5).
Pria yang akrab dipanggil Okto itu mengaku apa yang dilakukan juga pernah dilakukan Qatar yang saat itu membidik tuan rumah Asian Games 2030.
Baca juga: Malaysia Open ditunda, Gloria minta keadilan Badminton Asia
Hasil cukup efektif dan salah satu negara di Timur Tengah itu sukses menjadi tuan rumah kejuaraan multievent terbesar di Asia itu.
"Qatar, jauh-jauh hari, sudah melakukan sosialisasi. Bahkan di setiap event kejuaraan. Momen bertukar pin oleh atlet dimanfaatkan. Selain pin kontingen, Qatar juga memberikan pin Asian Games 2030," tambahnya.
Di Jepang, kata dia, atlet Indonesia maupun ofisial berpeluang melakukan hal yang dilakukan Qatar. Namun, bakal ada formula lain yang disiapkan KOI termasuk lobi-lobi terhadap NOC-NOC negara lain guna mendapatkan
dukungan.
"Semuanya akan kami persiapkan. Untuk pin bisa saja logo Olimpiade 2032 atau yang lain," ungkap Okto.
Saat ini, masih banyak atlet Indonesia yang berjuang meraih tiket ke Olimpiade Tokyo. Namun, ada beberapa atlet yang sudah siap berangkat seperti Lalu Muhammad Zohri dari atletik, Riau Ega Agatha dan Diananda Chairunisa dari panahan, dan Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari cabang olahraga menembak.
Selain itu ada beberapa atlet yang tinggal menunggu penetapan seperti atlet angkat besi Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika. Selain itu, atlet bulu tangkis yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Tidak hanya atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo. KOI juga berencana melibatkan para legenda olahraga Indonesia di kepanitiaan bidding tuan
rumah Olimpiade 2032. Hanya saja belum dijelaskan dengan detail siapa saja legenda yang bakal dilibatkan. (Ant/OL-1)
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved