Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Prancis Fabio Quartararo berharap bisa mengatasi tekanan dan tantangan di tim pabrikan Yamaha yang mengincar gelar juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya sejak 2015. Quartararo, yang musim lalu membalap di tim Petronas Yamaha, bertukar bangku dengan juara dunia tujuh kali Valentino Rossi untuk musim 2021.
"Membela tim pabrikan akan memiliki tekanan lebih banyak, tapi kalian punya dukungan yang lebih banyak," kata pembalap berusia 21 tahun itu di acara peluncuran tim, Senin (15/2).
"Saya rasa mungkin saya memiliki tekanan lebih, tapi saya belajar banyak tahun lalu untuk mengatasi tekanan itu dan pada akhirnya itu menjadi tekanan yang baik ketika menjadi seorang pebalap pabrikan," jelasnya.
Quartararo, yang finis peringkat delapan tahun lalu, akan menjadi tandem Maverick Vinales musim ini. "Saya punya hubungan baik dengan Vinales. Saya rasa kami bisa bekerja dengan baik bersama, dan kami bisa membawa Yamaha ke tempat teratas," tegasnya.
Sementara itu Vinales mengatakan Yamaha kurang bersatu dalam beberapa tahun terakhir karena setiap pebalap memiliki timnya sendiri. "Saya rasa bagi kami sangat penting untuk memiliki kesatuan dalam tim," kata Vinales.
"Di tahun-tahun sebelumnya terasa sulit karena ada tim Valentino, tim saya. Sekarang saya rasa kami memiliki kesempatan untuk menjadi satu tim yang komplit dan menuju arah yang sama dengan kedua pembalap," imbuhnya. (Ant/OL-15)
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved