Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terpilih, Agung Firman Sampurna diharapkan merangkul semua pihak untuk meningkatkan prestasi bulutangkis tanah air semakin baik. Agung memiliki tugas berat karena bulutangkis merupakan harapan olahraga Indonesia.
“Harapan saya kepada bapak ketua umum, jangan mendengar hanya sebagian orang. Tapi beliau itu punya kaki tangan, minta supaya mereka menyelidiki. penting loh, naif banget kalau dengar dari satu kelompok,” kata Ketua Harian Klub Jaya Raya Imelda Wigoena dalam diskusi bertajuk Perjuangan Klub dalam Melahirkan Pahlawan Bulutangkis Indonesia, Kamis (12/11).
Agung terpilih sebagai ketum baru PBSI periode 2020 sampai 2024 pada munas, Jumat (6/11). Agung terpilih secara aklamasi setelah pesaingnya, Ari Wibowo, gagal lolos verifikasi.
“Saya percaya ke depannya bisa lebih bagus. harus bisa mendengarkan semua. PBSI itu adalah orang tua, klub dan atlet-atlet itu anak-anak dan cucu-cucu,” kata Imelda.
Hal yang sama diungkapkan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. Harapan klub tidak muluk untuk ketua umum PBSI yang baru. Dia meminta, Agung bisa merangkul semua pihak dan memerhatikan atlet.
“Tidak mau berharap muluk-muluk, yang penting jadi ketua yang baik bagi semua, pemain, agar mereka bisa menunjukkan performance-nya dengan baik. Jangan menutup pintu untuk pemain berkiprah ke dunia,” ujarnya.
Baca juga : Grand Desain Olahraga Tulang Punggung Mencapai Prestasi
Yoppy kemudian menyoroti proses Munas PBSI lalu. Menurutnya, klub sudah seharusnya mendapat hak suara untuk memilih pemimpin yang bisa membawa bulutangkis Indonesia terus berjaya. Menurutnya, klub adalah pihak yang paling berpengaruh terhadap prestasi atlet.
“Menurut saya masuk akal sekali (mendapat hak suara). Kami yang mendidik atlet dari usia dini kemudian menjadi pemain elite setelah 10 sampai 12 tahun mereka membela negara, kami berjuang berdarah-darah, tapi nanti juga cuma bisa pasrah. Kalau bisa mendapat hak suara, itu sangat masuk akal,” ujarnya.
“Tapi bukan artinya gampang diraih. Butuh perjuangan bertahun-tahun untuk mendapatkan itu. karena kami harus melobi kanan-kiri ke atas ke bawah. karena pasti kan ada yang menentang, kami harus meyakinkan mereka,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Yoppy menjelaskan, klub butuh 10 tahun untuk menempa calon atlet dari titik nol. Waktu tersebut diperlukan untuk membuat pebulutangkis Indonesia hingga mampu berprestasi.
Menurut Yoppy, klub juga harus memperjuangkan atlet tak hanya lewat pembinaan, melainkan membentuk karakter atlet.
"10 tahun itu tidak sebentar. Dalam masa waktu yang lama itu, banyak tantangan yang klub rasakan untuk menghasilkan seorang atlet agar bisa berprestasi," ucap Yoppy. (OL-7)
Di final Swiss Terbuka, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan Supanida Katethong dalam permainan dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Alwi Farhan takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di final Swiss Terbuka
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Kepastian tiket babak 32 besar Ruichang Tiongkok Masters didapat Taufik/Apriyani usai memenangi duel melawan sesama wakil Merah Putih, Daniel Edgar Marvino/Lanny Tria Mayasari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved