Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BOS tim Petronas Yamaha SRT Razlan Razali menegaskan jika Franco Morbidelli tetap menjadi prioritas tim satelit Yamaha untuk MotoGP 2021 dan bukan Valentino Rossi.
Rossi, juara dunia sembilan kali akan menjalani musim terakhirnya di tim pabrikan Yamaha tahun ini. Hingga kini, pembalap Italia itu belum memutuskan masa depan kariernya di MotoGP.
Namun, Yamaha menyatakan akan memberi dukungan penuh kepada Rossi jika The Doctor, julukan Rossi, ingin terus membalap tahun depan, dengan bertukar bangku dengan Fabio Quartararo di Petronas SRT.
Razali menyatakan jika timnya terbuka untuk Rossi tahun depan, asalkan sang juara dunia sembilan kali itu masih bisa kompetitif. "Jika dia (Rossi) bisa menunjukkan di usianya kalau dia masih bisa kompetitif semuanya bisa terjadi di tahun itu apakah dia ingin memperpanjang atau apa pun itu, bisa dibahas," kata Razali.
Kendati sudah ada pembicaraan dengan pihak Yamaha, namun Razali mengungkapkan dirinya belum membahas secara pribadi dengan Rossi. "Sekali lagi, hingga kami duduk bersama dengan dia, membicarakan apa yang dia mau dan dia tanya apa yang diinginkan oleh tim. Kami bahkan belum melakukan komunikasi itu," tegasnya.
"Untuk tahun depan pebalap penting bagi kami di MotoGP adalah Franco Morbidelli. Saya rasa kami harus melakukan sebaik mungkin menyediakan apa yang dia butuhkan. Dia adalah prioritas utama kami walaupun Rossi datang," kata Razali.
Agustus akan menjadi deadline bagi tim Petronas Yamaha untuk mengumumkan siapa pebalap yang akan menjadi rekan Morbidelli tahun depan setelah Quartararo akan menempati bangku Rossi di tim pabrikan Yamaha. (R-1)
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved